Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI queer pop alternatif asal Malaysia, yang kini berbasis di New York dan sedang ramai dibicarakan, A Kid Named Rufus, resmi merilis album perdananya berjudul Whatever Works melalui label musik Nettwerk.
Setelah melepas serangkaian lagu dan juga EP pertamanya, lagu-lagu dari album terbaru A Kid Named Rufus menandai langkah sekaligus kemajuan yang besar baik secara sonik maupun lirik dan menjadi momentum untuk memperkuat identitas artistik dan pribadinya.
Hambatan dalam perjalanan A Kid Named Rufus tercermin dalam album perdananya yang terasa tulus dan terdengar serba catchy. Koleksi lagu-lagu pada album ini adalah perwujudan yang luar biasa dari gayanya yang terus menantang batasan yang ada.
Baca juga: Jay-Z Galang Dana untuk Program Beasiswa Anak Kurang Mampu
Lirik-lirik meditatif yang ia tulis menggambarkan hari-hari sulit memasuki masa dewasa. Whatever Works adalah kumpulan lagu yang penuh warna dan juga mencolok, membahas topik-topik tentang queerness, identitas, rasa rindu akan rumah, kehidupan dewasa, cinta, hasrat, culture shock, dan banyak lagi. Tetapi yang paling penting, album ini mencerminkan perjuangan dan pertumbuhan pribadi yang telah dilalui Rufus hingga saat ini.
A Kid Named Rufus menjelaskan, "Whatever Works adalah album tentang tahun pertamaku tinggal di Amerika Serikat. Aku mulai menulis album ini pada musim panas setelah tahun pertama kuliah, dan aku ingin membicarakan seberapa besar kehidupanku telah berubah dan berapa banyak hal yang harus aku hadapi setelah lulus SMA, datang dari negara yang berbeda, di tengah puncak pandemi global."
"Aku menulis lagu tentang bagaimana aku tidak memiliki uang sama sekali pada masa itu, mencoba menghadapi rasa anxiety yang kumiliki, jatuh cinta dan putus cinta, mengungkapkan diri sebagai queer, ketakutanku terhadap dunia, dan segala hal yang mungkin dipikirkan oleh seorang remaja yang tinggal sendiri untuk pertama kalinya. Membuat album ini adalah proses yang paling menakutkan namun paling memuaskan yang pernah aku jalani, dan aku sangat bangga dengan karya yang aku ciptakan. Aku tidak sabar untuk orang-orang mendengarkan album ini," tambahnya.
Baca juga: Single Kedua Sezairi Sudah Ditulis 7 Tahun Lalu
Lagu yang ceria dan penuh semangat, The Cute Girl from Brewster Hall menceritakan kisah cinta pertama A Kid Named Rufus di perguruan tinggi dan mengeksplorasi topik romansa, cinta, dan seksualitas.
A Kid Named Rufus melanjutkan dengan How Sweet Does This Sound?, yang mengambil arah yang lebih liar saat dia merenungkan pengalamannya dengan hook up culture.
Sebuah usaha yang penuh optimisme muda, disuguhi melodi berkilau, dan nada pop alternatif yang tulus, pada lagu Eighteen (ft. Cole Bauer), A Kid Named Rufus mengenang masa mudanya yang menggambarkan keinginan untuk segala sesuatu bisa kembali seperti dulu.
Lagu dengan penuh dentingan dan suara synthesizer Tryhard (ditulis dengan Benji Cormack dari slenderbodies) bercerita tentang melepaskan tekanan dalam hidup dan membebaskan diri dari tanggung jawab.
Single utama dari perilisan album ini, Running Away from Whatever You Call Paradise, adalah lagu yang menggabungkan berbagai macam elemen musik indie/pop-alternatif dengan storytelling yang menyentuh ranah introspeksi diri dan juga penemuan jati diri seseorang di masa perkuliahan.
Terinspirasi dari kisah nyata, Stuck in San Antonio adalah lagu yang menyentuh sisi emosional yang merefleksikan hubungan yang bergejolak.
Setelah perpisahan yang emosional, A Kid Named Rufus menemukan dirinya di Austin, Texas, tempat ia bertemu dengan Benji Cormack dari slenderbodies dan Alex Alfonzo dari Night Cap.
Sinergi kreatif ketiganya langsung terasa dan menghasilkan lagu Stuck in San Antonio dalam waktu satu hari. Lagu yang tema utamanya tentang perpisahan ini menggabungkan melodi yang menarik, riff gitar yang dinamis, dan lirik yang memikat, menandai peralihan sound yang terinspirasi oleh musik rock bagi sang seniman muda. (RO/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Lagu yang dibanjiri permainan synth itu (ditulis bersama Benji Cormack dari Slenderbodies) lahir dari sebuah dorongan untuk menciptakan suatu karya yang cerah dan menyenangkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved