Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Cindy Nirmala menceritakan pengalamannya selama syuting film horor dan merasa belum pernah mengalami kejadian mistis saat proses syuting berlangsung.
Saat ditemui di penayangan perdana trailer dan poster film Mantra Surugana di XXI Gandaria City, Jakarta, beberapa waktu lalu, Cindy diketahui sudah berperan sejumlah film horor dan kebanyakan karakter yang diperankannya adalah orang yang paling sering diganggu hantu atau menjadi hantu itu sendiri.
Meski demikian, ia merasa belum pernah diganggu atau mengalami kejadian janggal selama proses syuting dalam film apapun.
Baca juga: Film Mantra Surugana Angkat Budaya Sunda Kuno
"Aku sama sekali nggak digangguin selama syuting horor (film) apapun," kata Cindy.
Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena dirinya berani dan tidak takut terhadap hal-hal berbau mistis.
Bahkan, ia tidak mengetahui kejadian horor yang dialami rekan-rekannya saat melakukan syuting di film yang sama sebelum mereka menceritakannya pada Cindy.
Baca juga: Kembang Api Hadir di Netflix Mulai Hari Ini
Cindy mengaku senang bermain di film horor. Film horor membuatnya ketagihan dan mendapatkan pengalaman baru dari setiap karakter yang diperankannya.
Ia pun merasa tertantang saat memerankan karakter hantu dalam filmnya. Hal itu karena penggambaran hantu hanya berdasarkan imajinasinya saja tanpa ada penggambaran secara nyata. Ia pun banyak belajar dari naskah dan arahan dari sutradara film yang dimainkannya.
Uniknya, dalam proyek film horor terbarunya berjudul Mantra Surugana, Cindy berperan sebagai iblis bernama Surugana dan harus menggunakan riasan prostetik dari latex yang proses riasannya memakan waktu 4 - 9 jam. Ia pun harus menghadapi cuaca dingin di lokasi syuting dan hanya dilapisi dengan latex tipis dari riasannya.
Cindy juga memerankan dua karakter dalam film tersebut, yakni sebagai Dahlia dan Surugana. Namun, kedua karakter yang diperankan Cindy sama sekali tidak menggunakan bahasa Indonesia dan hanya menggunakan bahasa Sunda serta Sunda Kuno.
Bagi dirinya yang bukan berasal dari suku Sunda, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuknya. Cindy juga berusaha menghapalkan mantra berbahasa Sunda kuno dengan menaruh foto tulisannya di wallpaper gawai miliknya. Mantra tersebut merupakan salah satu adegan yang harus dibacanya dalam film “Mantra Surugana.
"Untuk ngapalin mantranya, sampai aku taruh di wallpaper handphone," kata Cindy. (Ant/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Sutradara film Mantra Surugana, Dyan Sunu Prastowo mengungkapkan bahwa filmnya akan menghadirkan tontonan horor yang baru an berbeda
Dalam film terbarunya, Sitha diharuskan membaca mantra dari Sunda kuno yang isinya dapat memanggil iblis.
Kata Surugana dalam film tersebut diambil dari nama iblis yang dipercaya lahir dan ada di sekitar wilayah Jawa Barat atau di tataran Tanah Sunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved