Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dangdut legendaris Rhoma Irama, 75, mengungkapkan perjalanan spiritualnya membawanya dekat dengan Sang Maha Pencipta. Tidak hanya itu, oenyanyi yang dijuluki Raja Dangdut itu juga menjadikan bakatnya dalam bermusik sebagai alat untuk berdakwah.
"Dulu, saya beragama Islam secara tradisional, artinya ikut-ikutan. Menjadi Islam karena lingkungannya, keturunannya. Saat itu, saya ada di situasi kayak kebingungan. Dari situ, saya harus cari sebenarnya agama mana yang benar. Semua agama baik oke, tapi the right one is one. Gak mungkin semuanya benar tapi semuanya baik, oke," katanya, saat berbincang dalam kanal Youtube Daniel Mananta Network, Minggu (6/11).
"Untuk itulah, saya berkontemplasi di usia 17-18 tahun, terus saya baca tiga buku kitab suci, saya pelajari garis besarnya saja, konsep Ketuhanannya, konsep peribadatannya, dan konsep sosialnya. Akhirnya Alhamdulillah saya mendapatkan Islam right one menurut saya. Sejak saat itu, saya beragama secara rasional, tidak lagi tradisional," lanjut pria yang memulai karier pada akhir tahun 1960an sebagai bagian dari band pop Orkes Melayu Purnama.
Baca juga: Rhoma dan Elvy Rilis Lagu Baru, ini Judul dan Syairnya
Tidak hanya itu, harapannya untuk bisa berdakwah dalam bermusik sangat besar. Rhoma, yang pernah mendapatkan penghargaan Legenda Dangdut Paling Mantul di Anugerah Dangdut Indonesia 2019 itu, mengucap harapan tersebut dalam setiap doanya.
"Dalam tiap salat, saya berdoa kepada Allah, "Ya Allah, kalau seandainya bakat seni ini hanya memperlebar jalanku ke neraka tolong cabut. Tapi kalau membawa ke keridhoaan-Mu, bimbing saya ya Allah. Itu doa saya"," tutur pemeran karakter Rhoma dalam film Sajadah Ka'bah keluaran 2011 itu.
"Ternyata Allah kabulkan itu. Ketika 13 Oktober 1973, saya deklarasikan Soneta The Voice of Muslim, kita berkumpul 8 orang waktu itu personelnya, mulai sekarang gak ada lagi drunk, gak ada lagi meninggalkan salat, yang setuju jabat tangan saya. Nah, dari situ munculah lagu-lagu dakwah. Dengan satu keyakinan bahwa the power of music and change," lanjut Rhoma, yang merintis band sendiri bernama Soneta Group tersebut.
Lebih lanjut, Rhoma menyampaikan alasannya memilih berdakwah dalam musik lantaran menurutnya musik dapat merubah karakter seseorang.
"The power of music ini luar biasa. Musik ini bisa membuat antistres, menaikkan imunitas tubuh. Orang kalau happy itu imunnya naik. Kedua, ternyata bisa menyembuhkan orang sakit. Satu hari ketika saya lagi show, ada cewek berhijab bawa kado dan mengatakan, "Bang haji ini hadiah dari saya karena lagu Syahdu Anda telah menyembuhkan saya dari cancer"," papar produser ini.
Sebab itu, lanjutnya, kekuatan musik bukan hanya seputar menaikkan imunitas seseorang semata, melainkan juga merubah karakter manusia dan bahkan menjadi alat dakwah.
Terkait kesukaannya dengan musik. Penulis lagu ini mengaku sudah menyukai musik sejak duduk di bangku SD.
"Ketika saya disuruh nyanyi depan kelas, saya gak nyanyi lagu anak-anak, tapi saya nyanyi lagu orang-orang dewasa. Jadi, saya suka menyanyi sejak di bangku SD kelas 1-2," tutur ayah dari penyanyi Ridho Rhoma itu.
Di samping menyukai musik sejak kecil, pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat ini mengatakan jika dirinya juga kerap mendengarkan pengajian sejak kecil.
"Di sana sudah ada sense of religion, sudah suka kepada agama waktu itu. Saya nongkrong di tempat pengajian-pengajian orang dewasa," pungkas Rhoma. (OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
"Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk bermusik dan menyampaikan pesan melalui karya,"
Akhir Februari lalu, Media Indonesia bertanya kepada Rhoma Irama di Studio Soneta, Depok. Pertanyaan itu seputar lagu baru si Raja Dangdut yang selalu dinanti para penggemar.
Di tengah polemik izin lagu dan royalti antara VISI dan AKSI, enam musisi Indonesia memberi izin terbuka bagi siapa saja untuk membawakan karya mereka.
RHOMA Irama membagikan kabar duka pada pagi ini, Minggu (13/7). Sang Raja Dangdut menginformasikan bahwa penyanyi dangdut senior Yunita Ababiel meninggal dunia.
RAJA Dangdut Indonesia Rhoma Irama mengapresiasi banyaknya penciptaan lagu saat ini yang semakin kreatif dan inovatif. Salah satunya, tecermin dalam kompetisi bertajuk LCLD 2025.
KABAR duka datang dari Rhoma Irama, Rabu (5/3) malam. Adik kandung Raja Dangdut itu, Herry Irama, meninggal dunia semalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved