Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KANYE West atau Ye telah kehilangan tempatnya di daftar miliarder Forbes karena keputusan Adidas yang memutuskan hubungan dengan rapper tersebut.
Kontrak dengan perusahaan pakaian olahraga Jerman itu bernilai sekitar US$1,5 miliar, menurut majalah bisnis AS. Adidas menghadapi tekanan untuk memutuskan hubungan dengan West atas pernyataan antisemit yang dilontarkannya di media sosial.
Awal tahun ini, West menduduki peringkat nomor 1.513 dalam daftar orang kaya Forbes dengan kekayaan senilai US$2 miliar karena merek fesyennya yang menguntungkan dan kontrak multitahun pada rancangan Yeezy untuk Adidas.
Baca juga: Adidas Didesak Putuskan Hubungan dengan Kanye West karena Sikap Antisemit
Setelah berakhirnya kerja sama tersebut, Forbes memperkirakan harta West menjadi hanya US$400 juta - yang berasal dari "real estat, uang tunai, katalog musiknya, dan 5% saham di perusahaan shapewear mantan istri Kim Kardashian, Skims".
Forbes menambahkan penghapusan West dari daftar mereka mengakhiri "saga selama bertahun-tahun," dengan rapper yang pernah mengklaim kekayaan bersihnya "diremehkan" dan bahwa "tidak ada seorang pun di Forbes yang tahu cara menghitung".
Pada Selasa (25/10), Adidas mengatakan akan mengakhiri produksi produk bermerek Yeezy, yang diproduksi bekerja sama dengan West.
Adidas menganggap komentar West sebagai "tidak dapat diterima, penuh kebencian dan berbahaya".
West telah terlibat dalam serangkaian kontroversi dalam beberapa pekan terakhir, membuat beberapa komentar antisemit baik di media sosial dan selama wawancara.
Rapper itu juga menimbulkan kontroversi di peragaan busana merek Yeezy minggu lalu dengan mengenakan dan mengirimkan kemeja "White Lives Matter" di runway.
Ocehan West di media sosial bahkan membuat Instagram dan Twitter memblokir akses West ke platform mereka.
Setelah diblokir dari media sosial, rapper itu muncul di acara pembawa acara Fox News Tucker Carlson, tetapi segmen wawancaranya di mana Ia membuat komentar antisemit dan pernyataan liar, konspirasi lainnya telah diedit.
The Shop, sebuah acara bincang-bincang yang dipandu oleh LeBron James membatalkan rencana penayangan episode Kanye setelah ia menggunakan acara tersebut untuk mempromosikan “ujaran kebencian dan stereotip yang sangat berbahaya.” (OL-1)
Australia membatalkan visa rapper Kanye West, setelah ia merilis lagu Heil Hitler.
Petisi menolak kehadiran Kanye West di Festival Rubicon diluncurkan, sebagai bentuk kecaman lagu Heil Hitler.
Kanye West menghadapi gugatan hukum dari penyanyi Jerman Alice Merton dan dua perusahaan musik atas dugaan pelanggaran hak cipta.
Produser eksekutif Grammy, Raj Kapoor, menjelaskan kode pakaian tamu adalah "black-tie artistik,". Hal ini menimbulkan perdebatan mengenai apakah Bianca Censori melanggar aturan.
Bianca Censori adalah seorang arsitek dan model asal Australia yang lahir pada 5 Januari 1995 di Melbourne. Hubungannya dengan Kanye mulai menjadi perhatian publik pada Desember 2022.
Kehadiran Kanye West dan istrinya, Bianca Censori, di ajang Grammy Awards 2025 menarik perhatian publik. Pasangan ini terlihat berjalan di karpet merah di Crypto.com Arena, Los Angeles
Beyoncé resmi menyandang status miliarder berkat kesuksesan tur Renaissance dan album Cowboy Carter.
Inilah daftar 11 orang terkaya di dunia tahun 2025 versi Forbes. Elon Musk masih menempati posisi puncak, diikuti oleh Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Larry Ellison, dan Bernard Arnault.
Ini merupakan kali keenam dalam sepuluh tahun terakhir Cristiano Ronaldo memuncaki daftar pesepak bola terkaya Forbes.
Forbes melaporkan Roger Federer menjadi petenis dengan penghasilan tertinggi. Ia memiliki kekayaan bersih sekitar US$1,1 miliar.
CHAIRMAN sekaligus pemimpin redaksi majalah bisnis Forbes, Steve Forbes, melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7).
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan reputasinya sebagai institusi keuangan nasional yang mampu bersaing di panggung global dengan masuk ke daftar Global 2000 Forbes pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved