Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN suami istri, Meutya Hafid dan Noer Fajrieansyah baru saja menggelar tasyakuran akikah putri pertama mereka yakni Lyora Shaqueena Ansyah. Acara tersebut sebagai bentuk rasa syukur keduanya terhadap Allah SWT atas kehadiran anggota baru dalam keluarga.
Meutya Hafid merupakan Ketua Komisi I DPR RI. Sementara Noer Fajrieansyah menjabat sebagai Komisaris PT Petrokimia Gresik sekaligus Mantan Ketua Umum DPP KNPI.
"Akikah merupakan salah satu kewajiban yang ada dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala, akan bayi yang dilahirkan" ungkap Meutya dalam keterangannya, Senin (24/10).
Selain keluarga besar, tasyakuran akikah juga dihadiri tokoh agama kenamaan Indonesia, Quraish Shihab, Menpora Zainudin Amali, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Anggota DPR Nurul Arifin dan Putri Komaruddin. Lalu, Najwa Shihab, eks Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, hingga pejabat dan anggota DPR RI lainnya.
Baca juga : Vaultboy Rilis Single Ghost Stories
Tasyakuran digelar akhir pekan lalu, di kediaman Meutya Hafid dan Noer Fajrieansyah, Jakarta Selatan. Dalam tasyakuran tersebut diisi pula khotmil quran, santunan anak yatim, serta tausiyah dari Quraish Shihab. Kegiatan lain diantaranya, pemotongan rambut rambut Lyora oleh sang ayah, Noer Fajrieansyah dan Menpora Zainudin Amali.
Keluarga Noer Fajrieansyah dan Meutya Hafid mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan kerabat yang telah hadir dan mendoakan sang putri, Lyora.
"Keluarga juga berdoa semoga Lyora menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada kedua orang tua, bangsa, dan agama, amiin," ucap dia. (RO/OL-7)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved