Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI sekaligus penulis lagu belia asal Yogyakarta, Tyok Satrio, kembali merilis single berjudul Bukan Siapa-Siapa secara digital.
Single ini merupakan yang kedua setelah ia merilis album pertamanya Ada Untukmu pada Maret 2022 lalu.
Sebelum single baru ini, sosok yang akrab dipanggil Tyok ini juga sempat merilis satu lagu sebelumnya berjudul Terluka.
Baca juga: Putih Abu-Abu Mengaku Ingin Tampil di Layar Lebar
Dikutip dari keterangan pers, Rabu (12/10), penyanyi jebolan ajang X-Factor Indonesia ini menjelaskan, Bukan Siapa-Siapa mengisahkan tentang hubungan percintaan pasangan yang sudah berpisah.
"Sudah tidak bersama lagi, namun masih memiliki perasaan cinta yang mendalam dengan sang mantan. Jadinya pasrah tidak bisa berbuat apa-apa karena memang bukan siapa-siapanya lagi," kata Tyok.
Dalam proses produksi Bukan Siapa-Siapa, penyanyi yang lahir pada 7 Agustus 1999 ini juga masih melibatkan orang-orang yang sama untuk aransemen lagu tersebut, yaitu Seto Bramana sebagai music director, di sesi strings diisi Puput Pramuditya dan mixing-mastering oleh Fery Efka.
Mungkin bagi para Brader Tyok, sebutan untuk para penggemar Tyok, lagu ini terdengar tidak asing, karena saat penulisan ia sudah pernah menyanyikan lagu yang sempat diunggah ke akun TikToknya, dan mendapat respon yang baik dari para pengikutnya.
Bekerja sama dengan Elio Studio, video musik Bukan Siapa-Siapa juga dirilis bersamaan dan bisa ditonton melalui kanal YouTube resmi Tyok Satrio.
Jalan cerita video musiknya pun ditulis oleh Agit Kurniawan dan disutradarai oleh Gin Teguh.
"Harapanku buat semua adalah semoga karya-karyaku selalu bisa dinikmati dan dinyanyikan bersama saat aku perform di konser-konser offair nanti," pungkas dia. (Ant/OL-1)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved