Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BERPERAN sebagai sepasang suami istri yang hampir bercerai di film Noktah Merah Perkawinan, Marsha Timothy dan Oka Antara mengaku mmetik banyak pelajaran dari film tersebut.
"Kalau buat saya pribadi, nonton film ini tuh pesannya banyak banget. Selain tentunya kalau bisa dilihat oleh semua, pasti semua setuju bahwa komunikasi yang baik dalam setiap hubungan itu adalah penting dan membuat komunikasi yang baik itu nggak mudah sama sekali," ungkap Marsha, dikutip Senin (12/9).
"Buat saya juga, saya melihat bahwa penyelesaian masalah dari setiap karakter ini tuh kayak pembelajaran buat saya. Saya nonton film ini tuh kayak bisa merefleksikan diri saya di beberapa karakter yang ada. Nggak dari sisi Ambar doang," tambahnya.
Baca juga: Sutradara Mengaku Puas dengan Film Noktah Merah Perkawinan
Selain itu, dari karakter yang dilakoninya itu, Marsha juga belajar bahwa permasalahan dengan pasangan merupakan hal penting dan harus diselesaikan secara baik-baik.
Namun, hal itu harus dilakukan oleh kedua belah pihak. Sebab, menurut Marsha, jika salah satu berhenti berusaha, rumah tangga pun bisa berujung pada perceraian.
"Menurut saya, sebaiknya kalau kita punya masalah, terutama sama pasangan, sebaiknya dibicarakan baik-baik. Diungkapkan baik-baik. Caranya juga harus dipikirkan bukan semau-mau kita. Nadanya juga bukan semau-mau kita," jelas Marsha.
"Jadi ya memang itu perlu usaha dan usaha memang harus dari dua-duanya. Kalau salah satu ingin setop berusaha itu sudah selesai," lanjutnya.
Di sisi lain, Oka juga berpendapat dirinya juga bisa melihat bagaimana kondisi anak jika orangtuanya sedang bertengkar. Dengan demikian, film Noktah Merah Perkawinan pun dapat memperlihatkan berbagai macam sudut pandang sehingga akan relate dengan penonton dari berbagai kalangan.
"Di film ini kita juga bisa lihat gimana pedihnya seorang anak di tengah kehidupan rumah tangga yang runyam. Jadi memang film ini diperuntukkan buat berbagai macam kalangan yang nggak cuma buat hubungan suami istri tapi juga anak," ujar Oka.
"Selama ini mungkin kita cuma mikirin aku aku dan aku. Kita, kita, dan kita. Tapi ternyata kita yang dimaksud sebenarnya ada dua buntutnya yaitu anak. Itu yang membuat aku merasa film Noktah Merah Perkawinan itu tidak lekang oleh waktu issue-nya. Aku sih berani jamin film ini mau ditonton 2030 ya sama saja. Orang tetap bisa merasa relate," tutupnya. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Noktah Merah Perkawinan merupakan film yang diadaptasi dari sinetron 1996 dengan judul yang sama.
Menurut Oka Antara, mendalami sosok suami yang sedang berada di usia pernikahan 10 tahun tidaklah mudah.
Film yang diadaptasi dari sinetron ini bukan hanya menceritakan tentang rumah tangga yang rusak karena orang ketiga, tetapi value yang harus dibangun saat berhubungan dengan orang lain
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved