Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Gya Anandini merilis single terbaru berjudul Menunggumu Pulang, yang menceritakan tentang seorang perempuan yang menjalani hubungan jarak jauh dengan sang kekasih.
Dikutip dari siaran pers, Rabu (25/5), lagu tersebut memiliki arti yang mendalam, sebab menurut Gya, menunggu seseorang bertahun lamanya merupakan sesuatu yang sangat berat.
Lewat lagu ini, Gya ingin berpesan untuk selalu sabar menunggu seseorang yang dicintai jika mereka harus pergi jauh walaupun tanpa ketidakpastian.
Baca juga: Lagu Baru Nadhif Basalamah Bercerita Soal Patah Hati
Lagu Menunggumu Pulang sebenarnya sudah ditulis Gya pada 2008 saat kekasihnya pergi menuntut ilmu di luar negeri. Dia menulis lagu tersebut dibantu sahabatnya, Mandy Purwa Hartono.
Lagu tersebut akhirnya dirilis tahun ini dengan perubahan lirik. Aransemen yang menyentuh oleh Ben Atta turut hadir menambah nuansa kemegahan dalam lagu.
Selain itu, selama proses produksi, Ben Atta juga dipercayakan sebagai produser. Kemudian ada Bowo Soulmate sebagai vocal director dan Angelin Rumondor sebagai backing vocal.
Kemudian, pada proses pascaproduksi, Agi Anggadarma berperan sebagai mixing engineer dan Steve Corrao, dari Sage Audio di Nashville, berperan sebagai mastering engineer. Rozi Fathoni juga kembali terlibat sebagai executive producer.
Saat ini, Gya diketahui sedang sibuk mengumpulkan materi-materi terbaru yang akan dimasukkan ke dalam album ketiganya. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved