Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND asal Los Angeles, The Midnight, telah merilis single terbaru mereka, Change Your Heart Or Die, yang menjadi momentum The Midnight bereksperimen dengan nuansa musik berbeda. Permainan gitar yang berani dengan vokal anthemic yang menggelora terdengar sepanjang Change Your Heart Or Die.
Mengenai lagu terbaru mereka, The Midnight mengatakan, “Sejak kami mulai tur, musik kami terus terinspirasi dari orang-orang sekitar kami dan pengalaman tampil secara langsung. Ini adalah hal yang kami rindukan selama dua tahun terakhir. Kami ingin menulis sebuah lagu tentang suatu pengalaman yang semua orang lalui dan menyanyikannya dengan penuh hasrat. Lagu ini, saat dinyanyikan bersama, membawa semangat yang penuh energi.”
“Lagu ini dimulai dengan bagian verse dan Tyler sudah memiliki lirik yang telah ia ciptakan untuk lagu bernuansa house, namun saat kami mencapai bagian chorus yang penuh dengan bagian saling menyahut, nuansa lagu ini kemudian berubah menjadi nuansa anthem metal.”
Baca juga: Kofi Rilis Single dan Video Musik On Me
Lagu Change Your Heart Or Die dipastikan masuk ke album terbaru mereka yang siap dirilis tahun ini sebelum mereka berangkat untuk tur UK dan Irlandia pertama mereka sejak pandemi.
Terdiri dari penulis lagu Tyler Lyle dan produser asal Denmark Tim McEwan, The Midnight dibentuk pada 2012. Keduanya terinspirasi oleh album soundtrack Drive karya Johnny Jewel/Chromatics dan Clif Martinez serta kembalinya nuansa klasik synth pada era itu.
Mereka kemudian merilis single WeMoveForward dan Gloria, yang kemudian masuk ke EP debut mereka Days of Thunder.
The Midnight kemudian merilis album perdana mereka Endless Summer’ pada 2016 dan album Nocturnal pada tahun berikutnya yang masuk ke deretan album paling laris di Bandcamp.
Pada 2018, The Midnight merilis album Kids, yang kemudian sukses mencapai posisi #1 di beragam chart Billboard Dance/Electronic. Album terakhir mereka, Monsters, dirilis pada 2020 dan disebut The Express sebagai “musik paling stylish dan kreatif” dari mereka.
Tidak lama setelah mereka dibentuk, The Midnight telah berhasil mengumpulkan lebih dari 452 juta stream dan 70 juta view di YouTube. Mereka telah bertransformasi dari sebuah unit musik yang hanya digemari komunitas online menjadi sebuah band yang menjalankan tur global lewat dua album terakhir mereka.
Monsters sukses dijual sebanyak 50.000 keping secara global dan masuk ke chart-chart di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia serta habis terjual dalam berbagai format. Album tersebut berhasil mendapatkan lebih dari 50 juta stream hanya dalam 18 bulan sejak dirilis. (RO/OL-1)
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved