Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ibnu Jamil mengaku merasa kesulitan sekaligus tertantang ketika belajar dan berlatih bahasa Sunda lawas untukmendalami perannya di film Before, Now & Then (Nana) garapan Kamila Andini.
"Saya orang Jakarta, Betawi asli. Disuruh (bicara) bahasa Sunda, ya, mesti PR harus ada proses di workshop-nya. Tapi itulah sebagai aktor, yang kalau kita serius dan jatuh cinta sama proyeknya, pasti totalitas menjalankannya," kata Ibnu saat dijumpai wartawan, dikutip Jumat (28/1).
Ibnu bercerita, sebelumnya, ia pernah terlibat dalam proyek film televisi (FTV) dengan dialog bahasa Sunda. Namun, perannya di film kali ini menuntut dirinya mempelajari kembali bahasa Sunda era 60-an yang memiliki perbedaan karakteristik dengan masa sekarang.
Baca juga: Tayang Perdana, Film Ben & Jody Tuai Tanggapan Positif
"Pas tiba-tiba dapat telepon, dapat undangan casting. Tapi filmnya bahasa Sunda. Oke, nggak apa-apa dicoba. Dicoba pas casting, oh, aman. Pas workshop-nya, ribet, karena ada ahli-ahli bahasa Sunda. 'Kang Ibnu itu mah bahasa Sundanya FTV'," cerita Ibnu.
Meski merasa kesulitan, ia merasa gembira bisa terlibat dalam proyek film Nana sebab sebelumnya sudah tertarik dengan karya-karya Kamila Andini.
Terlebih, film buatan Kamila, kata Ibnu, biasanya menawarkan sesuatu yang berbeda, termasuk karakternya di film Nana, yang tidak seperti karakter mainstream yang pernah ia mainkan sebelumnya.
"Ini film pertama saya bersama dengan mbak Kamila Andini yang sebelumnya saya sudah incar lama banget karena dari awal saya nonton film keduanya Sekala Niskala, saya sudah jatuh cinta dengan karya-karyanya," akunya.
Ia juga merasa senang ketika mendapat kabar bahwa film Nana masuk ke Festival Film Berlin.
Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan parameter bahwa film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memiliki prestasi yang mampu berbicara di festival-festival luar. Kemajuan film Indonesia dalam sisi kualitas, kata Ibnu, sudah bisa bersaing dengan film-film dari mancanegara.
"Mudah-mudahan ini adalah ekosistem yang sudah mulai tumbuh sehat dan bisa lebih maju lagi. Itu bisa berdampak tidak hanya kami sebagai filmmaker, tapi juga buat penonton Indonesia bisa punya banyak alternatif dan tontonan yang berkualitas," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Film Nana (Before, Now & Then) itu mendapat 11 nominasi dalam FFI kali ini.
Riset budaya Sunda dan penciptaan warna antarkan Vida pada Piala Citra keduanya.
Malam Anugerah Piala Citra akan dihelat pada 22 November 2022 mendatang.
Nana melakukan debut pada November 2009 dengan Raina sebagai generasi ketiga After School, sebuah grup idola di bawah naungan Pledis Entertainment.
Nana juga mengunggah beberapa foto dirinya memperlihatkan tato dari bahu hingga pergelangan kakinya.
Sutradara Kamila Andini kembali membicarakan kebebasan perempuan dalam sosok Nana, penyintas kerusuhan dekade 1960-an yang berupaya mencari pintu keluar dari ketertekanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved