Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI pendatang baru asal Bandung, Larone, mengajak pendengar musiknya untuk mengenal Bumi Parahyangan dari sudut pandangnya lewat Despair (BANDOENG IN THE RAIN).
Lagu itu menjadi lagu pembuka untuk awal kariernya sebagai seorang penyanyi profesional di kancah industri musik Tanah Air sebelum nantinya ia mengeluarkan album pendek Life: Fears + Hopes.
Despair merupakan kado spesialnya untuk kota tempat Larone dibesarkan dan mengisahkan kehidupan warga Paris Van Java yang penuh nostalgia.
Baca juga: Preorder Album Repackage Ketiga NCT 127 Favorite Capai 1,06 Juta
"Saya ingin mengembalikan nuansa Bandung di tahun 90-an yang mungkin dirindukan banyak orang, termasuk saya," ujar Larone dalam keterangan resmi, Rabu (27/10).
Lebih lanjut ia menambahkan, "Kerinduan itu termasuk adanya kabut yang indah sebelum berangkat ke sekolah dan tidak adanya kemacetan saat berkendara di Senin pagi."
Walau keseluruhan vokal hingga lirik dikerjakan sendiri oleh Larone, dia juga mendapatkan bantuan dari beberapa pihak untuk menyempurnakan karya debutnya itu.
Mulai dari sisi Produser dan komposer ciamik untuk lagu perdananya diorkestrasi oleh Aji Suheri.
Sementara pada bagian gitar diisi Alex Goupil, Sound Engineer Operator oleh Ariesta Ilham Ramadhan, Artwork oleh Hilman Sukmana, Mixing and Mastering oleh Canggar Krisnatry di Borland Audiolabs Bandung.
Sementara untuk video klip Despair dikerjakan langsung oleh Larone selama masa PPKM berlangsung ketika aktivitas masyarakat dibatasi cukup ketat akibat pandemi covid-19.
Dalam waktu dekat Larone akan menghadirkan album mini Life:Fears+ Hopes, yang berisi tiga lagu termasuk Despair.
Hasil kerja kerasnya dalam 3 tahun akan segera terbit dan menjadi kebanggaan bagi Larone karena bisa berkontribusi lebih banyak menghadirkan musik bergenre Folk/Pop bagi penikmat di Indonesia. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved