Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pembuat film meminta bantuan penggemar The Beatles untuk merilis film dokumenter baru tentang Fab Four.
Simon Weitzman, pembuat film itu, meminta bantuan agar filmnya Here, There & Everywhere bisa diedit dan dirilis. Untuk itu dia membuat gerakan crowdfunding sehingga para penggemar dapat berkontribusi.
Dia menggambarkan filmnya itu sebagai "surat cinta untuk The Beatles dari penggemar mereka."
Baca juga: Selamat Tinggal Kanye West, Selamat Datang Ye
Film, yang mengeksplorasi peran yang dimainkan penggemar dan penggemar musik dalam menjaga musik band tetap hidup, menampilkan wawancara mendalam dengan saudara perempuan Lennon, Julia Baird, artis/musisi Klaus Voormann, pematung Liverpool Beatles Waterfront Statues Andrew Edwards, Beatles Mad Day yang legendaris, fotografer keluarga Tom Murray, dan banyak lagi.
Weizman telah membentuk crowdfunding untuk membantu merilis film tersebut dan telah mengumpulkan 30.423 pound sterling pada saat publikasi. Targetnya adalah 45.000 pound sterling.
Dia mengatakan "Pada akhirnya, Anda hanya ingin memberikan film yang dinikmati para penggemar dan mereka merasa telah menjadi bagian darinya dan itu telah meluas ke cara film ini memasuki kampanye crowdfunding baru."
Sejumlah fans yang berkontribusi juga akan mendapatkan imbalan.
Weizman menjelaskan di halaman crowdfunder, “Kami telah membuat imbalan yang merupakan hadiah yang kami tawarkan kepada pendukung sebagai imbalan atas kontribusi untuk membantu kami menyelesaikan film. Setiap kontribusi akan membantu membayar hak musik dan arsip dan biaya pascaproduksi lainnya. Setiap orang akan melihat nama mereka di antara pendukung kami di akhir film.” (OL-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Rapper 50 Cent menyetujui penyelesaian gugatan sipil terkait dugaan penyerangan hanya beberapa hari sebelum Netflix merilis dokumenter mengenai Sean “Diddy” Combs.
Taylor Swift membagikan cerita hubungannya dengan Travis Kelce dalam teaser docuseries The End of an Era. Ia menyebut tunangannya itu sebagai “kejutan terbesar” dalam hidupnya.
Victoria Beckham buka-bukaan di serial Netflix terbarunya tentang rahasia di balik ekspresi dingin, perjuangan karier, dan tekanan sebagai desainer sukses.
Raja Charles merilis dokumenter “Finding Harmony” di Prime Video, menyoroti filosofi hidup selaras dengan alam demi masa depan berkelanjutan.
Bersamaan dengan penayangan dokumenternya, Simple Plan juga menghadirkan sebuah soundtrack resmi film ini dan telah dirilis pada 11 Juli lalu.
Melalui interaksi langsung dengan pasien ALS dan keluarga mereka, Vino G Bastian mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan fisik dan emosional yang dihadapi pejuang ALS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved