Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Tiana Mannering atau yang kini memperkenalkan diri sebagai Tat Mannerz menuangkan kisah hidupnya melalui EP debut bertajuk Fall Risk.
Pelajaran berharga yang dia dapat tahun lalu, kini menjadi energi motivasi Tat Mannerz untuk berkarya dengan lagu-lagu yang bisa menginspirasi para pendengarnya sekaligus menjadi jamming song bagi para penikmat musik.
Mengutip keterangan resmi, Selasa (3/8), Fall Risk seluruhnya diambil dari perjalanan dan pengalaman hidup yang dialami Tat Mannerz pada tahun lalu.
Baca juga: Gara-Gara Komentar Soal AIDS, DaBaby Dicoret dari Lollapalooza
Dimulai dari single Blackout, yang menceritakan kegelisahan Tat Mannerz saat dia dihadapkan pada masa koma dan kritis tanpa dapat mengetahui apa yang sedang terjadi.
Dilanjutkan dengan single Fall Risk, yang berkisah saat Tat Mannerz menyadari pentingnya mengambil hikmah dari perjalanan hidup yang dia alami sekaligus menjadi sebuah cahaya kesadaran baginya untuk tidak mengulangi proses perjalanan yang sama.
Sementara, Titanium menceritakan proses bangkitnya Tat Mannerz dengan tekat baja penuh rasa sadar jiwa untuk kembali berkarya dan membangun dirinya untuk kemudian menjadikan musik sebagai platform untuk menceritakan pengalaman hidup yang dia alami sehingga dapat menjadi
inspirasi bagi remaja atau masyarakat pada umumnya.
Seperti deskripsi yang diberikan di masing-masing lagu dalam EP ini, Tat Mannerz memang benar ingin agar lagunya menjadi inspirasi serta dapat membantu mereka yang sedang hilang arah atau mencari jalan keluar.
"Siapa tahu dengan lagu-lagu di EP ini, mereka lebih merasa dimengerti dan akhirnya menjadikan lagu-lagu ini sebagai suara mereka yang selama ini tidak dapat mereka ekspresikan," kata Tat Mannerz.
Menurut dia, EP ini adalah awal dari kisah hidupnya. Dalam waktu dekat, dia juga akan merilis sebuah dokumenter yang menceritakan proses pemulihan dirinya serta merilis lagu-lagu terbarunya yang diharapkan masih bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved