Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Studio Marvel Kevin Feige, Mei lalu, mengakui dirinya menyesal telah melakukan Whitewashing untuk peran The Ancient One dalam film Doctor Strange dengan memilih Tilda Swinton.
Whitewashing adalah memilih aktor kulit putih untuk memainkan karakter nonkulit putih.
Dalam sebuah wawancara baru dengan Variety, Swinton mengungkapkan dirinya, “Sangat, sangat berterima kasih Feige maju untuk menjelakan mengenai pemilihan dirinya."
Baca juga: Emmanuel Bicara Soal Dampak Kematian Missandei di Game Of Thrones
Saat Doctor Strange mulai syuting, musim gugur 2016, Swinton mengatakan kepada IndieWire bahwa ketika orang melihat penampilannya di film Marvel itu, mereka akan memahami dan menerima keputusan penunjukkan dirinya.
“Terdapat sedikit salah paham, yang saya harap akan diluruskan melalui film tersebut ketika orang-orang melihat filmnya,” ujarnya sembari menggarisbawahi bahwa Feige dan sutradara Scott Derrickson yang membuat keputusan tersebut.
Melihat kembali kontroversi tersebut, Swinton sekarang berkata kepada Variety, “Saya ingat pada saat itu memiliki tanda tanya dalam pikiran saya sendiri dan memikirkan tanggapan publik terhadap gagasan bahwa seorang perempuan Skotlandia akan memainkan karakter ini, dan menyadari bahwa tidak ada perlawanan sama sekali — ada sambutan luas — yang bergeser pada titik tertentu, untuk alasan yang sangat bagus yang membuat saya sangat bersimpati.”
Kontroversi whitewashing itu membuat Swinton menghubungi komedian Margaret Cho untuk mencari informasi mengapa mengambil peran sebagai The Ancient One bisa dianggap bermasalah.
Cho tersinggung karena dia belum pernah bertemu dengan Swinton sebelumnya. Komedian itu berkata kepada Bobby Lee dalam podcast bahwa Swinton “Ingin mendapatkan pendapat saya mengapa semua orang Asia sangat marah… dan itu sangat aneh.”
“Cho kemudian mengatakan, bagaimanapun, bahwa interaksi tersebut membuatnya merasa seperti 'rumah Asia' karena dia telah diminta untuk menjelaskan 'whitewashing' atas nama semua orang Asia-Amerika kepada seseorang yang belum pernah dia temui — sebuah permintaan yang, biarpun niatnya baik, menyoroti keistimewaan dan kerapuhan kulit putih Swinton.” (OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved