Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI seorang ibu yang juga bekerja (working mom) adalah sebuah tantangan yang tidak jarang ditemui di kalangan ibu-ibu generasi milenial.
Padatnya aktivitas di luar rumah, ditambah tugas lainnya di dalam rumah, kerap membuat para ibu kelelahan dan mempercayakan urusan di dalam rumah kepada asisten rumah tangga dan pengasuh anak (nanny).
Ditemui di Jakarta, Rabu (12/2), Staf Khusus Presiden Gugus Muda sekaligus Pendiri Thisable, Angkie Yudistia, membagi beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu milenial ketika akan memilih pengasuh yang tepat bagi anak-anak.
Baca juga: Tones And I Kampanye Antiperundungan
1. Anggaran (budget)
Menurut Angkie, anggaran atau budget sangat penting sebelum akhirnya orangtua benar-benar memutuskan mengandalkan jasa pengasuh bagi anak.
"Jangan memaksa kalau kondisi ekonominya tidak memungkinkan. Kalau tidak memungkinkan, bagaimana ibu bisa memaksimalkan waktu yang ada untuk mengurus sendiri. Kalau berlebih bisa minta support system berupa nanny," kata dia.
2. Seleksi dengan teliti
Setelah memastikan anggaran dapat dipenuhi, orangtua harus dapat memilih calon pengasuh dengan teliti, mulai dari latar belakang hingga agen penyalurnya.
"Ada assesment. Kita harus tahu nanny ini dari mana, rekomendasi apa yayasan. Parents harus punya rasa curiga karena kita ingin rasa aman," ujar Angkie.
"Bagaimana dia bekerja, kita harus bisa menganalisa. Kalau anak kita happy dan enggak ketakutan, ya take it. Kalau enggak, ya jangan dipaksa," lanjutnya.
3. Manfaatkan teknologi
Lebih lanjut, Angkie mengatakan bahwa di era keterbukaan saat ini, orangtua terutama ibu bekerja juga harus memanfaatkan teknologi yang ada seperti monitor CCTV jarak jauh.
"Zaman sekarang, teknologi semakin canggih, dan kita bisa kok memonitor CCTV lewat hp. Kita bisa ngobrol dan melihat apa yang terjadi di rumah ketika anak dititipkan. Jadi, emak zaman sekarang harus melek teknologi," pungkasnya. (OL-1)
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved