Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ROCKER legendaris Inggris Ozzy Osbourne, Selasa (21/1), mengungkapkan dirinya mengidap penyakit Parkinson's.
Mantan vokalis Black Sabbath itu mengaku didiagnosa pada 2019 sehingga dia harus menjalani operasi leher yang menyebabkan dirinya mengalami kerusakan saraf.
"Kondisi ini sangat berat bagi kami semua," ujar Osbourne kepada Good Morning America sembari menambahkan dirinya membantah isu yang menyebut dirinya sekarat.
"Sekarang, saya merasa lebih baik. Saya telah menerima fakta saya menderita Parkinson's. Saya berharap para penggemar saya akan memberikan saya dukungan karena saya membutuhkannya," imbuhnya.
Baca juga: Halsey Gandeng Suga dalam Lagu Interlude
Pria berusia 71 tahun itu mengatakan dirinya menjalani serangkaian terapi untuk mengatasi kerusakan akibat operasi serta penyakit Parkinson's yang dideritanya. Meski begitu, dia ingin kembali melakukan tur.
Pada Selasa (21/1), Osbourne mencicit lirik dari lagu yang akan hadir di album terbarunya, "Jangan lupakan saya saat saya mulai memudar."
Parkinson's adalah penyakit yang menyerang sistem saraf yang bisa menyebabkan gemetaran, rasa kaku, gerakan lambat, dan kesulitan berbicara.
Meski tidak fatal, komplikasinya bisa mengancam nyawa. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu. (AFP/OL-1)
Penelitian terbaru menemukan perbedaan kadar logam pada rambut pasien Parkinson yang berpotensi menjadi biomarker non-invasif untuk membantu deteksi dini penyakit ini.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Ilmuwan Case Western Reserve temukan senyawa CS2 yang mampu menghentikan kerusakan sel otak penyebab Parkinson. Harapan baru bagi 1 juta pasien.
Studi UCLA Health mengungkap paparan pestisida seperti paraquat dan rotenone dapat merusak saraf otak dan meningkatkan risiko Parkinson, terutama bagi warga di sekitar area pertanian.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kerusakan mitokondria memicu stres oksidatif dan penumpukan alpha-synuclein, membuka peluang arah terapi baru untuk penyakit Parkinson.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved