Rabu 25 November 2020, 01:15 WIB

Menjaga Taman Bumi Meratus

MI/usman iskandar | Fokus
Menjaga Taman Bumi Meratus

MI/DENNY SUSANTO
Gugusan puncak pengunungan Meratus di Kalimantan Selatan.

PEGUNUNGAN Meratus merupakan gugusan gunung yang memanjang dari selatan ke utara melintasi 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan. Keunikan
alam Meratus dengan daerah air (sungai, danau, rawa) dan pesisir laut serta hijaunya hutan menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu ikon pariwisata
di Kalimantan Selatan dan masyarakat Banjarmasin pada khususnya.

Dengan potensi alam yang dimiliki Meratus, pada 24 Februari 2019 Pegunungan Meratus dideklarasikan sebagai geopark nasional. Selanjutnya sebagai
upaya untuk melindungi Pegunungan Meratus dari perusakan sumber daya alam oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Pemerintah Provinsi
Kalimantan Selatan mendaftarkan Geopark Pegunungan Meratus ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Sebagai upaya konkret untuk melestarikan dan menjaga eksotisme kawasan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menggencarkan program
Revolusi Hijau dengan memanfaatkan hutan sebagai wisata alam.

“Bila sudah menjadi kawasan geopark, Meratus tidak boleh lagi dimanfaatkan untuk usaha lainnya, kecuali untuk upaya pelestarian dan perlindungan alam,
pengembangan wisata dan budaya,” kata Sahbirin. Program Revolusi Hijau itu merupakan gerakan besar-besaran menanam pohon. Nyaris tidak ada pekan tanpa menanam bibit pohon di provinsi berjuluk ‘Bumi Lambung Mangkurat’ ini.

Dalam praktiknya, program Pemprov Kalimantan Selatan mendapat dukungan warganya secara luas. Di antara mereka juga ada mahasiswa, pelajar, dan organisasi masyarakat, bahkan para pesohor. Salah satunya kelompok musik Slank, yang turut hadir dalam peresmian Geopark atau Taman Bumi Meratus di
Kalimantan Selatan tahun lalu. “Kami yakin UNESCO akan menjadikan Taman Bumi Meratus sebagai geopark internasional seperti yang kita harapkan bersama,” ujar Kaka, vokalis Slank.

Kecintaan warga terhadap bumi Meratus juga diwujudkan dalam acara tahunan bamboo rafting atau festival arung jeram tradisional menggunakan rakit bambu di Sungai Amandit, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mempromosi wisata Geopark Meratus. Bahkan warga Dayak Meratus yang bermukim di Desa Kiyu, Kabupaten Hulu
Sungai Tengah, setiap memperingati HUT kemerdekaan RI selalu menggelar pawai kemerdekaan dengan menelusuri hutan dengan mengusung tema Save
Meratus.

Saat ini Geopark Pegunungan Meratus berstatus geopark nasional yang meliputi 67 geosite yang tersebar di 10 kabupaten/kota, terbanyak berada di kawasan
Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah. Geopark (taman bumi) ialah sebuah kawasan yang memiliki unsur unsur
geologi dengan masyarakat setempat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alamnya, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya.

Baca Juga

DOK MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

10,25 Juta UMKM sudah Masuk Ekosistem Digital

👤 Despian Nurhidayat 🕔Senin 18 Januari 2021, 04:55 WIB
TEKANAN ekonomi di 2020 akibat pandemi covid-19 diyakini bakal berlanjut di sepanjang 2021. Koperasi dan UMKM menjadi sektor yang paling...
ANTARA /RAHMAD

Mengintip Nasib Koperasi dan UMKM di 2021

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 18 Januari 2021, 04:50 WIB
KEMENTERIAN Koperasi dan UKM siapkan empat program utama untuk membawa koperasi dan UMKM bertahan di bawah tekanan ekonomi sepanjang 2021...
ANTARA /Ahmad Subaidi

Gerak BUMN Melambungkan Usaha Wong Cilik

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 18 Januari 2021, 04:35 WIB
KEBERADAAN Badan Usaha Milik Negara memiliki makna strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya