Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK pernah sekali pun terbayang oleh Jendi Pangabean saat kecil bahwa dirinya dapat menjadi atlet dan mengharumkan nama negara di kancah internasional. Kini Jendi dikenal sebagai atlet renang disabilitas. Dengan berbagai keterbatasan, dirinya mampu tak patah semangat dan terus melangkah maju menghadapi tantangan.
Segala kesuksesan yang diraih, diakui Jendi, merupakan hasil kerja keras dan berkat dukungan dari orang-orang yang ada di sekelilingnya.
"Saya dulu awalnya tinggal jauh dari kota di Sumatra Selatan, di desa. Dari tempat saya ke Palembang itu bisa 3-4 jam. Ketika kecil, tidak pernah terbayang menjadi atlet seperti sekarang," ungkap Jendi akhir pekan lalu.
Pada usia 12 tahun, kata Jendi, dirinya mengalami kecelakaan. Musibah itu menyebabkan Jendi kehilangan kaki kirinya karena harus diamputasi. Jendi mengatakan perkenalan awal dengan olahraga disabilitas terjadi saat ia mulai bersekolah di Palembang. Ia pun sempat bingung menentukan bakat apa yang ia miliki di bidang olahraga.
"Saya teringat kalau saya senang berenang, dulu kami anak desa sering bermain di sungai. Saya rasa saya punya modal di sana," terang Jendi.
"Saya mulai berlatih dan memang ketika itu keadaannya kurang memungkinkan karena saya harus sekolah dan waktu juga tidak ada untuk latihan hingga kendala biaya. Namun, syukurnya pelatih saya terus memotivasi," terang Jendi.
Ia pun menuturkan motivasi yang diberikan pelatih bukan sekadar asal sesumbar. Dirinya mendapat dukungan secara penuh dalam segala kegiatan.
Hal itu yang membuatnya dapat terus bersemangat. Pada 2012, saat Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Riau, Jendi secara mengejutkan mampu meraih 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Setelah itu Jendi mulai dipangil untuk masuk pelatnas hingga saat ini.Berbagai ajang pun dia ikuti dan tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional. Dia juga menjadi wakil Indonesia ketika Asian Para Games 2018 digelar di Jakarta.
Setelah cukup banyak pengalaman, Jendi menyadari bahwa satu-satunya hambatan yang harus dikendalikan berasal diri sendiri. Menurutnya, rasa jenuh dan malas ialah hal yang wajar, tetapi jangan sampai hal itu merusak segala pencapaian yang ada saat ini.
Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah mencari kegiatan lain yang positif, misalnya, traveling sehingga dapat kembali prima dan berusaha maksimal meraih prestasi. (Dro/R-3)
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Di saat poin kritis, mereka mampu meminimalisasi kesalahan sendiri dan tampil lebih taktis. Memanfaatkan celah di pertahanan lawan, Aldila/Olmos menutup set pertama dengan keunggulan 7-5.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved