Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Harga Emas di Batam Turun Tajam, Pegawai Toko Sebut Pembeli Cenderung Wait and See

Hendri Kremer
04/4/2026 15:27
Harga Emas di Batam Turun Tajam, Pegawai Toko Sebut Pembeli Cenderung Wait and See
Perhiasan emas dipajang di etalase toko di Nagoya, Batam, Sabtu (4/4). Harga emas yang turun memengaruhi minat beli masyarakat.(MI/HENDRI KREMER)

HARGA emas batangan di Pegadaian mengalami penurunan tajam pada perdagangan Sabtu (4/4) pagi. Setelah sempat menembus rekor tertinggi, harga emas Antam kini kembali turun ke bawah level Rp3 juta per gram.

Berdasarkan pantauan di laman Sahabat Pegadaian pukul 07.33 WIB, harga emas Antam tercatat Rp2.972.000 per gram, turun Rp67.000 dibandingkan posisi Jumat (3/4) yang sempat menyentuh Rp3.039.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada produk lainnya. Emas UBS turun menjadi Rp2.885.000 per gram atau terkoreksi Rp32.000, sementara Galeri24 berada di level Rp2.870.000 per gram setelah melemah Rp33.000.

Di tingkat toko emas kawasan Nagoya, Batam, kondisi ini turut memengaruhi perilaku pembeli. Pegawai di Toko Mas Tanjung menyebutkan bahwa sebagian masyarakat memilih menunggu sebelum membeli.

“Kalau harga emas turun biasanya pembeli masih lihat-lihat dulu, belum langsung beli. Tapi tetap ada juga yang beli untuk investasi jangka panjang,” ujar Umar, 33, salah satu pegawai.

Ia menambahkan, pembeli yang datang umumnya juga meminta penjelasan terkait kadar emas dan pergerakan harga sebelum memutuskan transaksi.

Sementara itu, pegawai Cek Lai, 44, di Toko Mas Paris mengatakan kondisi berbeda terjadi pada pelanggan tetap yang justru memanfaatkan momen penurunan harga.

“Kalau pelanggan lama biasanya justru tambah koleksi saat harga turun seperti sekarang,” katanya.

Meski demikian, secara umum aktivitas jual beli masih berjalan normal, terutama untuk pembelian perhiasan.

Harga emas di Pegadaian sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana meluncurkan instrumen investasi baru berupa Exchange Traded Fund (ETF) emas pada 27 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan regulasi terkait ETF emas telah diterbitkan dan kini memasuki tahap implementasi.

Ia berharap kehadiran ETF emas dapat memperluas basis investor ritel serta mendorong pendalaman pasar modal di Indonesia. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya