Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU pasar ritel di Asia Tenggara mulai mengubah pendekatan dalam bertransaksi emas di tengah tingginya volatilitas global. Jika sebelumnya fokus utama berada pada prediksi harga, kini kualitas eksekusi menjadi faktor penentu dalam menjaga kinerja trading.
Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global yang memengaruhi pergerakan harga emas sebagai aset safe haven. Tekanan inflasi, dinamika suku bunga, kondisi geopolitik, hingga fluktuasi nilai tukar menjadi faktor yang mendorong pergerakan harga yang cepat dan tidak menentu.
Berdasarkan analisis JustMarkets, terdapat kesenjangan antara strategi trading dan hasil yang diperoleh, yang salah satunya dipengaruhi oleh kualitas eksekusi transaksi.
"Dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif, spread bisa melebar dan meningkatkan biaya transaksi. Selain itu, pergerakan harga yang cepat saat rilis data ekonomi dapat menyebabkan slippage, yakni eksekusi pada harga yang berbeda dari rencana," ujar perwakilan JustMarkets, dikutip dari keterangan yang diterima, Kamis (2/4).
Selain spread, faktor likuiditas dan kecepatan eksekusi juga dinilai semakin krusial. Keterbatasan likuiditas dalam kondisi pasar tertentu dapat memicu gap harga, sehingga berdampak pada hasil transaksi trader.
Melihat kondisi tersebut, trader ritel kini mulai mengalihkan fokus tidak hanya pada arah harga, tetapi juga pada stabilitas platform, transparansi harga, dan konsistensi eksekusi.
Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti penggunaan leverage berlebihan di tengah volatilitas tinggi, serta kecenderungan melakukan transaksi saat rilis data ekonomi tanpa mempertimbangkan perubahan spread dan likuiditas.
"Masih ada anggapan bahwa semua platform trading memiliki kondisi yang sama, padahal kualitas eksekusi bisa berbeda," tambahnya.
Di sisi lain, tren trading berbasis edukasi mulai meningkat. Trader ritel di kawasan ini semakin memanfaatkan akun demo dan simulasi untuk memahami dinamika pasar sebelum menggunakan dana riil.
Menurut JustMarkets, perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar ritel di Asia Tenggara semakin matang, dengan pelaku yang tidak hanya mengandalkan prediksi harga, tetapi juga memahami risiko serta kondisi teknis dalam trading.
Seiring bertambahnya jumlah trader ritel, perhatian terhadap aspek seperti stabilitas spread, akses likuiditas, dan keandalan eksekusi diperkirakan akan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan transaksi di tengah pasar yang kian dinamis. (Fal/E-1)
Pada Senin (30/03) pukul 09.04 WIB, harga emas merosot Rp30.000 menjadi Rp2.807.000 per gram dari harga sebelumnya Rp2.837.000.
Sisa THR jangan habis begitu saja. Ubah jadi emas lewat BRImo mulai 0,01 gram, real-time, tanpa biaya admin, dan lebih bernilai untuk jangka panjang.
Update harga emas Antam hari ini Kamis 26 Maret 2026. Harga naik menjadi Rp2.850.000 per gram dengan tren pemulihan di pasar global.
Meski harga jual emas stabil, para investor perlu waspada terhadap harga buyback yang mengalami penurunan cukup dalam.
Harga emas Antam hari ini Sabtu 21 Maret 2026 turun tajam Rp50.000 ke level Rp2.893.000 per gram. Simak rincian harga buyback dan pecahan lainnya di sini.
Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang balap bergengsi Motorcycle Grand Prix (MotoGP) pada musim 2024, yang diselenggarakan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved