Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai Mitra Distribusi (Midis) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan serta memperluas akses investasi bagi masyarakat. Komitmen ini dibuktikan melalui keberhasilan BCA menerima penghargaan sebagai Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara Ritel (SBSN) Terbaik tahun 2025.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto kepada Senior Vice President Wealth Management BCA Dessy Nathalia, pada Jumat (6/3) di Auditorium Gedung Frans Seda, Kementerian Keuangan, Jakarta.
"Hal ini merupakan suatu kehormatan bagi BCA. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Keuangan atas apresiasi yang diberikan. Pengakuan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memperluas akses dan edukasi investasi bagi masyarakat Indonesia demi perencanaan keuangan yang lebih baik. BCA meyakini bahwa SBSN merupakan instrumen investasi yang aman dan memberikan passive income serta mudah dijangkau, sehingga dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat," kata Dessy Nathalia.
Hingga akhir Desember 2025, minat masyarakat untuk berinvestasi melalui BCA terus menunjukkan pertumbuhan. Jumlah investor yang bertransaksi di BCA meningkat lebih dari 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Sepanjang tahun, BCA sebagai Midis juga memfasilitasi penjualan 4 seri SBSN ritel di Pasar Perdana dengan nilai transaksi yang menyentuh angka lebih dari Rp20 triliun. Capaian ini menegaskan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terkait kemudahan akses instrumen investasi negara melalui ekosistem layanan BCA.
Sebagai Midis Kementerian Keuangan, BCA berkomitmen memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi SBSN melalui layanan yang ringkas dan terintegrasi. Pemesanan SBSN Ritel di Pasar Perdana dapat dilakukan melalui fitur investasi di aplikasi myBCA atau KlikBCA Individu, sementara transaksi SBSN Pasar Sekunder tersedia melalui fitur Investasi di myBCA maupun di kantor cabang BCA yang melayani transaksi obligasi.
Melalui berbagai pilihan kanal akses investasi ini, BCA berupaya memastikan pengalaman berinvestasi yang praktis, aman, dan inklusif bagi seluruh nasabah.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan para nasabah untuk berinvestasi melalui BCA. Ke depan, BCA akan senantiasa melanjutkan komitmen dalam memperkuat literasi keuangan dan memastikan layanan investasi semakin inklusif untuk diakses oleh masyarakat dari berbagai segmen. Partisipasi publik dalam instrumen SBSN merupakan elemen penting dalam
memperkuat ketahanan ekonomi nasional," pungkas Dessy. (E-1)
RUPIAH berada di bawah tekanan seiring kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang menembus level 6,45% pada perdagangan Jumat, (20/2).
Kebijakan debt switching, yakni penukaran tenor surat utang pemerintah dengan instrumen baru yang memiliki jatuh tempo lebih panjang, akan dijalankan pada tahun ini.
Di tengah ketidakpastian pasar global dan naik-turun instrumen investasi, banyak orang mulai mencari pilihan yang lebih stabil, transparan, dan mudah diakses.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa disarankan buka-bukaan data terkait dengan dana beberapa pemerintah daerah (pemda) yang diklaim mengendap di bank.
Masih bingung mencari instrumen investasi yang sesuai prinsip Syariah? SR020-T3 dan SR020-T5 jawabannya.
Penyerapan terbesar berasal dari lelang SUN seri PBSG001 dengan nominal yang dimenangkan yaitu Rp1,95 triliun.
WAKIL Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sri Mulyani memastikan bahwa kebutuhan dana untuk melengkapi sarana dan prasarana BRIN akan terus terpenuhi
INDONESIA akan menjadi Tuan Rumah Pertemuan ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality (ACCSQ) ke-59 yang berlangsung pada 13-16 Juni 2023.
PEMERINTAH meraup dana senilai Rp21,49 triliun dari hasil penjualan dua sukuk ritel seri SR018T3 bertenor tiga tahun dan SR018T5 bertenor lima tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved