Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

IHSG Hari Ini 12 Maret 2026: Diprediksi masih Melemah Terimbas Harga Minyak

Andhika Prasetyo
12/3/2026 10:18
IHSG Hari Ini 12 Maret 2026: Diprediksi masih Melemah Terimbas Harga Minyak
ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global. Pada pembukaan perdagangan, HSG berada di posisi 7.365,28, melemah sebesar 24,12 poin (0,33%). Meskipun sempat mencapai level tertinggi di 7.425,12, tekanan jual membawa indeks ke posisi terendah harian di 7.348,72.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai pergerakan IHSG kemungkinan akan terbatas menjelang libur panjang Lebaran pekan depan.

“Kiwoom Research melihat IHSG sulit naik tinggi menjelang libur panjang Idul Fitri pekan depan, sehingga proyeksi terbaik saat ini adalah sideways sambil mempertahankan area support kritikal di 7.335-7.120 agar tidak kembali tertembus,” ujarnya.

Dari faktor global, harga minyak mentah kembali meningkat meskipun International Energy Agency (IEA) telah melepas cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, yakni sekitar 400 juta barel. Langkah tersebut jauh lebih besar dibandingkan pelepasan cadangan minyak pada krisis energi tahun 2022 yang mencapai 182 juta barel.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.35 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 7,95 persen menjadi 94,19 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent crude meningkat 8,01 persen ke level 99,35 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah terjadi serangan terhadap kapal di kawasan Selat Hormuz yang mengancam jalur distribusi energi global. Iran bahkan memperingatkan bahwa harga minyak dapat melonjak hingga 200 dolar AS per barel jika konflik di kawasan tersebut terus meningkat.

Dari Amerika Serikat, data inflasi Consumer Price Index (CPI) Februari tercatat naik 0,3 persen secara bulanan (mtm) dan 2,4 persen secara tahunan (yoy). Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan lonjakan harga energi terbaru, sehingga pasar mulai memperkirakan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Sementara dari dalam negeri, defisit APBN Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap PDB.

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih sesuai dengan desain APBN karena pemerintah mempercepat belanja negara sepanjang tahun, sementara pendapatan negara tetap positif dan pembiayaan anggaran turun sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Komisi XI DPR RI telah memilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031. Selain itu, empat nama lain juga ditetapkan sebagai anggota Dewan Komisioner OJK, yakni Hermawan Bekti Sasongko, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Busiarso. Keputusan tersebut selanjutnya akan disahkan melalui Sidang Paripurna DPR pada 12 Maret 2026. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya