Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Jalan Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi IKN Capai Tahap Akhir

Media Indonesia
09/3/2026 06:07
Jalan Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi IKN Capai Tahap Akhir
HPK IKN.(MI/HO)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum berkomitmen menuntaskan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Komitmen ini ditunjukkan dengan pembangunan jalan di dalam KIPP yang memasuki tahap akhir pada tahun ini. 

Salah satunya ialah Paket Peningkatan Jalan Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang dirancang sebagai konektivitas di dalam kawasan hunian pekerja. Kawasan hunian pekerja konstruksi ini juga terhubung dengan kawasan lain seperti kawasan hankam, hunian BIN dan Polri, serta kawasan legislatif. 

PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) dan PT Panca Karya Sentosa (PKS) menjalin kerja sama operasi selaku kontraktor yang dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum. Kuasa Kerja Sama Operasi Rizal Hartanto menegaskan bahwa pekerjaan jalan di kawasan HPK itu yang dikerjakan BCK-PKS berada di dalam lingkungan hunian yang sudah padat dan antara dua jalan akses utama di OIKN yaitu LS-2 dan LS-4. 

Hal itu memberikan tantangan sendiri dalam pelaksanaannya. BCK-PKS harus bisa tetap bekerja mengejar target penyelesaian sesuai kontrak dengan mengedepankan koodinasi serta komunikasi yang baik dengan hunian di sekitarnya dan paket-paket pekerjaan disekitarnya agar tidak saling terganggu. "Dengan kondisi seperti itu kami menerapkan strategi percepatan dalam pelaksanaannya dengan tetap mengutamakan mutu dan keselamatan kerja," ujar Rizal dalam keterangan resmi, Minggu (8/3).

Pekerjaan dilakukan secara simultan dengan menambah sumber daya, baik peralatan maupun tenaga, sesuai dengan kebutuhan dan menambah waktu kerja sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Dengan menerapkan metode seperti itu, pihaknya di awal Maret 2026 sudah mencapai progres 70% dan sisanya sekitar 30% lagi ditargetkan selesai Juli 2026 sesuai kontrak.

Panjang penanganan proyek itu sepanjang 3,30 kilometer yang mencakup sistem utilitas bawah tanah modern, area pedestrian, jalur pesepeda, dan taman yang didukung teknologi cerdas. Ruas jalan di kawasan HPK meliputi dua tipe jalan, ROW dengan lebar 24 m, dan ROW dengan lebar 16 m. 

Jalan Ramah Lingkungan dengan Konsep Shared Street   

IKN sebagai kota ramah lingkungan yang mengusung konsep smart city menerapkan jalan dengan konsep shared street yang memungkinkan kendaraan bermotor dan pesepeda dalam lajur yang sama. Jalan dengan lebar (right of way/ROW) 16 meter ini juga dilengkapi dengan taman dan pohon yang memperindah kawasan jalan dan sebagai pembatas dengan pejalan kaki untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Konsep kota pintar juga diterapkan dalam mendukung keberlanjutan jalan kawasan ini. Teknologi sensor motion pada lampu penerangan jalan dan pedestrian, memungkinkan lampu mengatur secara otomatis tingkat cahaya ketika ada pergerakan di bawah lampu. Lampu penerangan jalan menggunakan sumber energi dari baterai yang diisi solar sel sebagai sumber energi terbarukan. 

Selanjutnya sistem penyiraman tanaman yang diatur oleh sensor waktu otomatis untuk menyiram tanaman pada waktu yang telah ditetapkan. Penyediaan air yang siap diminum atau dikenal dengan istilah drinking water fountain juga ditempatkan di beberapa lokasi strategis, mengingat jaringan utilitas air minum yang telah tersedia di dalam terowongan utilitas.

Pembangunan jalan di KIPP diharapkan bukan hanya pembangunan jalan biasa seperti umumnya yang hanya berfokus pada struktur perkerasan jalan. Ini membangun jalan dan infrastruktur yang berkesinambungan dan berkelanjutan guna mendukung IKN sebagai kota dunia yang ramah lingkungan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya