Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Airlangga: Tarif Dagang RI-AS Turun Jadi 15%

Insi Nantika Jelita
27/2/2026 16:16
Airlangga: Tarif Dagang RI-AS Turun Jadi 15%
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto(Insi Nantika/MI.)

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tarif dagang Indonesia - Amerika Serikat (AS) menjadi 15 persen dari sebelumnya 19 persen.

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberlakukan tarif global sebesar 15% sebagai kecaman terhadap putusan Mahkamah Agung yang membatalkan bea masuk sebelumnya, Jumat (21/2).

“Tarif global (yang diberlakukan AS) 15%, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15%. Dapat diskon jadi 15%,” kata Airlangga di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (27/2).

Ia menegaskan, saat ini pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat masih membahas kelanjutan Agreement on Reciprocal Trade (ART) RI–AS. Karena itu, kesepakatan yang diteken kedua negara pada Kamis (20/2) tetap berlaku, terutama terkait penerapan tarif 0% untuk sejumlah produk.

Airlangga juga memastikan ART tidak batal karena perjanjian tersebut baru akan berlaku setelah 90 hari dan melalui proses ratifikasi.

"Enggak batal (ART), itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi," ungkapnya. 

Dalam kesepakatan dagang tersebut, kedua negara sepakat memberlakukan tarif 0% untuk sejumlah komoditas. Produk Indonesia yang memperoleh fasilitas ini antara lain minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang. 

Untuk tekstil dan produk tekstil (TPT), tarif 0% juga akan diberikan pada volume impor tertentu yang akan ditetapkan kemudian melalui skema kuota volume atau tariff rate quota (TRQ) yang disesuaikan dengan penggunaan kapas dan input serat buatan asal AS.

“Sejumlah komoditas-komoditas tetap 0% (tarif),” kata politikus Partai Golkar itu.

Ia menambahkan, pembebasan bea masuk untuk lebih dari 1.600 sektor menjadi salah satu andalan Indonesia untuk mendorong ekspansi pasar.

“Kalau biaya masuk 0% untuk sektor yang 1.600 lebih itu kan salah satu andalan kita. Jadi diharapkan marketnya bisa ekspansi," tegasnya.

Menurutnya, sejumlah komoditas yang saat ini mendapat tarif dagang 0% pada dasarnya memang telah menikmati fasilitas tersebut sebelumnya.

“Yang dari 0% ke sekarang juga memang sudah 0%," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya