Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Diresmikan Airlangga Hartarto, Pabrik VinFast Subang Jadi Basis Produksi EV Regional

Reza Sunarya
15/12/2025 14:56
Diresmikan Airlangga Hartarto, Pabrik VinFast Subang Jadi Basis Produksi EV Regional
Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, Senin (15/12).(MI/Reza Sunarya)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, hari ini meresmikan fasilitas manufaktur pertama VinFast di Asia Tenggara, berlokasi di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (15/12). Pabrik ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional.

Airlangga Hartarto mengatakan pengoperasian pabrik produsen mobil listrik asal Vietnam ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi dan distribusi kendaraan listrik untuk pasar regional.

“Investasi VinFast sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi dan pengembangan industri kendaraan listrik nasional,” ujar Airlangga.

Pabrik seluas 170 hektar ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun. Pemerintah berharap VinFast dapat meningkatkan komponen lokal melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan domestik.

“Kami berterima kasih atas pendirian pabrik ini. VinFast menjadi produsen dengan komitmen yang tepat, dan cepat dalam menyelesaikan pembangunan pabrik,” pungkasnya.

CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, menyebut pembangunan pabrik yang hanya memakan waktu 17 bulan ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan terhadap pengembangan industri hijau.

"Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga mewujudkannya. Ini adalah bukti kecepatan dan kemampuan eksekusi VinFast dalam membangun ekosistem hijau yang komprehensif," kata Pham.

Sementara itu, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menambahkan bahwa pabrik Subang saat ini telah menyerap hingga 900 tenaga kerja.

Pada puncaknya, pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 300.000 unit kendaraan listrik per tahun, mencakup kendaraan roda empat dan roda dua. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan daya saing industri otomotif dalam negeri. (RZ/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik