Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman buka suara terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot hingga level terendah 8.187 pada perdagangan, Rabu (28/1), akibat pengumuman MSCI.
Iman menyebutkan, anjloknya IHSG terjadi karena investor panic selling setelah pengumuman oleh perusahaan penyedia riset, data, dan indeks saham global MSCI (Morgan Stanley Capital International).
“Apa yang terjadi hari ini memang menurut saya ada panic selling. Karena ada dua hal yang disampaikan, Bulan Februari rebalancing dibekukan, jadi tidak ada penambahan dan pengurangan konstituen perusahaan tercatat di MSCI,” kata Iman di Gedung BEI.
Iman mengungkapkan bahwa MSCI telah melakukan konsultasi sejak akhir 2025 kepada seluruh konstituen terkait perubahan metodologi perhitungan free float, khususnya terkair dengan pemisahan kategori kepemilikan saham korporasi dan pihak lainnya (others).
“MSCI menerima masukan dari berbagai pihak. OJK, BEI, dan KSEI sejak awal berdiskusi langsung dengan MSCI, dan kami sampaikan bahwa proposal mereka tidak diterapkan di bursa lain. Karena itu kami meminta adanya equal treatment sebagai bagian dari konstruksi indeks,” ujar Iman.
Iman menegaskan bahwa bahwa pada periode Februari hingga Mei 2026 tidak akan terjadi perubahan konstituen maupun bobot Indonesia dalam indeks MSCI. Pangsa pasar Indonesia di MSCI dipastikan tetap bertahan di angka 1,5% selama periode tersebut.
Kendati begitu, BEI mengakui bahwa tantangan utama akan muncul setelah periode tersebut apabila kebutuhan keterbukaan data tidak dapat dipenuhi sesuai dengan metodologi MSCI. Oleh karenanya, tambah Iman, proses diskusi antara BEI, OJK, dan KSEI dengan MSCI akan terus dilanjutkan.
“Diskusi ini tidak berhenti minggu lalu, tetapi terus kami lakukan agar kebutuhan metodologi MSCI dapat dipenuhi dengan data yang tersedia di KSEI,” tandas Iman. (H-4)
IHSG masih tertekan akibat konflik Timur Tengah dan risiko kenaikan harga minyak, namun berpotensi ditopang sektor komoditas dan stabilitas ekonomi domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
Tekanan geopolitik kembali menghantam pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis sore.
IHSG mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
IHSG ditutup menguat tajam 2,75% ke level 7.302 pada Rabu (25/3/2026). Penguatan dipicu optimisme damai AS-Iran lewat proposal 15 poin yang mendorong koreksi harga minyak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved