Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Rosan: Investasi Domestik akan Makin Perkasa Berkat Danantara

Insi Nantika Jelita
15/1/2026 19:06
Rosan: Investasi Domestik akan Makin Perkasa Berkat Danantara
MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani.(Instagram )

MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani optimistis investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) akan semakin kuat ke depan, seiring beroperasinya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Sepanjang 2025, PMDN tercatat mendominasi realisasi investasi nasional dengan mencapai Rp1.030,3 triliun atau setara 53,4% dari total investasi. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 26,6% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang 2025 sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6% dari total investasi, dengan pertumbuhan hanya 0,1% yoy.

“Memang investasi di dalam negeri ini peningkatannya lebih besar. Kami melihat ini akan terus meningkat lebih besar lagi. Kenapa? Karena faktor Danantara,” ujar Rosan dalam Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2025 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, sepanjang fase awal pembentukan Danantara, pemerintah sibuk mempersiapkan struktur organisasi, sumber daya manusia, serta kerangka regulasi. Karena itu, Danantara baru mulai melakukan investasi pada Oktober 2025. Namun, pada 2026, Danantara akan jauh lebih agresif menyalurkan investasi ke berbagai sektor strategis.

“Sekarang kita akan berinvestasi lebih banyak lagi di tahun 2026 ini, baik di bidang kesehatan, hirilisasi, kimia, dan sektor-sektor lainnya," ucapnya. 

"Jadi, saya bisa memastikan bahwa investasi dalam negeri pada 2026 akan meningkat lebih tinggi, dengan pertumbuhan year on year yang juga lebih besar,” tambah Chief Executive Officer (CEO) Danantara itu. 

Rosan menjanjikan penguatan investasi domestik akan didukung oleh semakin mudahnya akses perizinan serta ketersediaan pembiayaan. Selain itu, pola investasi bersama antara Danantara dan investor asing dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar.

“Dengan kita sama-sama investasi, sama-sama mengambil calculated risk, ini memberikan kepercayaan kepada investor asing. Insya Allah peningkatannya akan tetap terjaga," yakinnya.  

Dari sisi sebaran wilayah, realisasi investasi sepanjang 2025 masih lebih tinggi di luar Pulau Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3% dari total, sedangkan Jawa sebesar Rp940 triliun atau 48,7%. Kondisi ini menunjukkan upaya pemerataan investasi terus berjalan.

Secara regional, Jawa Barat masih menjadi tujuan utama investasi, disusul DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Banten.

Menanggapi perlambatan pertumbuhan PMA, Rosan menilai masalah utamanya bukan pada melemahnya minat investor asing, melainkan karena investasi dalam negeri tumbuh jauh lebih cepat. Meski demikian, ia mengakui dinamika geopolitik, geokonomi, dan ketegangan ekonomi global tetap memengaruhi arus investasi.

“Namun kalau kita lihat, target investasi baik dari dalam maupun luar negeri masih sejalan dengan rencana yang telah kita tetapkan,” pungkasnya. (Ins/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya