Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Menkeu Optimistis Rupiah Menguat dalam Dua Pekan ke Depan

Insi Nantika Jelita
14/1/2026 11:53
Menkeu Optimistis Rupiah Menguat dalam Dua Pekan ke Depan
Ilustrasi(ANTARA)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan segera menguat dalam waktu dekat. Keyakinan tersebut didasarkan pada membaiknya fundamental ekonomi nasional serta mulai masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Pada perdagangan Rabu (14/1) rupiah tercatat melemah tipis 0,04% ke level Rp16.871 per dolar AS. Meski demikian, Purbaya menilai pergerakan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian. 

“Saya melihat fondasi ekonomi kita akan terus membaik. Ini akan menguat dua minggu ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1).

Ia juga menegaskan stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Pemerintah, kata dia, terus berkoordinasi dengan bank sentral agar kebijakan yang ditempuh tetap sejalan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar terhadap rupiah.

"Rupiah itu memang urusan bank sentral, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas nilai tukar," kata Bendahara Negara.

Purbaya menegaskan penguatan nilai tukar rupiah seharusnya terjadi secara alami seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mengarah ke kisaran 6% pada tahun ini, Indonesia dinilai semakin menarik di mata investor global.

Ia juga optimistis aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar modal Indonesia, yang menjadi sinyal positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, modal asing cenderung mengalir ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Kalau investor sudah yakin, rupiah akan menguat karena arus modal masuk. Uang orang Indonesia yang selama ini disimpan di luar negeri juga akan kembali karena mereka melihat peluang bisnis di dalam negeri,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, penguatan rupiah tidak sulit untuk diwujudkan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik.

“Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah. Jadi masyarakat tidak perlu panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” tegasnya.

Terkait langkah Bank Indonesia yang menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai salah satu instrumen stabilisasi, Purbaya menilai kebijakan tersebut perlu dicermati secara seimbang. Menurutnya, SRBI efektif jika benar-benar menyerap dana asing, namun perlu diwaspadai apabila sebagian besar justru berasal dari dana domestik.

“Kalau SRBI betul-betul menyerap dana asing ya tidak masalah, tapi kalau banyak dana domestik yang masuk ke sana, itu perlu dipertimbangkan,” pungkasnya.  (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya