Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

AGTI Apresiasi Fokus Presiden Prabowo pada Hilirisasi Industri Tekstil dan Garmen

Naufal Zuhdi
14/1/2026 10:16
AGTI Apresiasi Fokus Presiden Prabowo pada Hilirisasi Industri Tekstil dan Garmen
Ilustrasi(AGTI)

Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, mengapresiasi fokus Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan dan hilirisasi industri tekstil dan garmen nasional. Menurutnya, perhatian langsung Presiden terhadap sektor ini menjadi sinyal politik sekaligus ekonomi yang sangat kuat bagi keberlanjutan industri padat karya yang selama ini berperan besar dalam perekonomian nasional.

Anne menilai penempatan industri tekstil dan garmen sebagai sektor strategis harus segera diterjemahkan secara konkret oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa komitmen di level nasional perlu diikuti kebijakan operasional yang nyata, baik dalam bentuk regulasi, instrumen fiskal, maupun mekanisme pelaksanaan di lapangan. “Industri ini berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja dan stabilitas sosial-ekonomi nasional,” ujarnya.

Terkait penekanan Presiden pada revitalisasi rantai pasok, AGTI memandang penguatan supply chain tekstil harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Struktur rantai pasok industri tekstil Indonesia yang panjang membutuhkan kebijakan terintegrasi agar mampu meningkatkan daya saing dan nilai tambah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi industri nasional di tengah persaingan global.

Anne juga menyoroti pentingnya penguatan industri hulu dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis. Namun demikian, ia menegaskan bahwa selama kapasitas produksi nasional belum sepenuhnya mencukupi, impor bahan baku tetap dibutuhkan agar proses produksi tidak terganggu. Menurutnya, kelancaran impor bagi produsen yang patuh aturan justru menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri. “Impor bahan baku bagi produsen yang patuh aturan perlu berjalan cepat dan efisien agar daya saing industri tetap terjaga,” kata Anne.

AGTI menilai program hilirisasi industri yang disampaikan Presiden menjadi kunci peningkatan nilai tambah sektor tekstil dan garmen. Dengan karakter rantai pasok yang panjang, hilirisasi dinilai mampu memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus menjaga peran strategis sektor ini sebagai penyerap tenaga kerja dan penggerak utama ekonomi.

Selain hilirisasi, pengembangan teknologi dan semikonduktor juga dipandang memiliki dampak strategis bagi penerapan industri 4.0 di sektor tekstil dan garmen. Anne menyebut ketergantungan industri terhadap mesin impor masih tinggi, sehingga penguatan industri permesinan dalam negeri perlu menjadi bagian integral dari agenda industrialisasi nasional ke depan.

Pasca rapat terbatas di Hambalang, AGTI berharap arahan Presiden Prabowo dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret di tingkat teknis. Langkah tersebut mencakup deregulasi dan debirokratisasi perizinan, penyediaan energi yang kompetitif, serta dukungan fiskal dan pembiayaan yang tepat sasaran. Dengan kebijakan yang terintegrasi dan konsisten, AGTI meyakini industri tekstil dan garmen nasional dapat kembali meningkatkan daya saing dan memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung manufaktur padat karya Indonesia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik