Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Prabowo Sebut Banyak Direksi BUMN Dablek

M Ilham Ramadhan Avisena
12/1/2026 18:45
Prabowo Sebut Banyak Direksi BUMN Dablek
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam seremoni penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari hasil tindak pidana korupsi di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara. Menurutnya, masih banyak direksi BUMN yang tidak menjalankan amanah dengan baik. 

Itu disampaikan saat berpidato dalam peresmian Infrastruktur Terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Senin (12/1). "Terlalu banyak pengalaman kita. Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Dablek, menurut saya," ujarnya. 

Karenanya, Prabowo mengaku telah memberikan mandat langsung kepada Kepala Danantara bersama sejumlah menteri terkait untuk melakukan pembersihan menyeluruh di tubuh BUMN.

Prabowo menegaskan, jabatan direksi BUMN bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi. Ia meminta pejabat yang tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang telah ditetapkan agar mundur tanpa menunggu evaluasi lebih lanjut.

"Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja, segera minta berhenti," kata dia. 

Prabowo juga mengaitkan pembenahan BUMN dengan agenda besar menuju swasembada energi. Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk mencapainya, namun selama ini terkendala oleh lemahnya kemauan dan integritas di tingkat manajemen.

“Kita menuju swasembada energi, kita mampu. Selama ini, menurut saya, tidak ada will,” ujarnya.

Presiden bahkan mengungkap adanya praktik manipulasi internal, mulai dari membohongi atasan hingga menipu kepala negara, demi keuntungan pribadi segelintir pihak. Praktik semacam itu, kata Prabowo, harus dihentikan total.

"Selama ini, banyak di posisi manajement, di posisi kritis, membohongi atasan, menipu atasan, menipu presiden. Untuk mencari keuntungan pribadi," terangnya. 

Menurutnya, pengelolaan BUMN yang bersih dan profesional akan menentukan kemampuan Indonesia mengatasi kemiskinan, kelaparan, serta mengejar ketertinggalan industri dan teknologi.

"Kita harus benar-benar menjaga kekayaan negara, karena kita butuh itu untuk memperkuat bangsa kita, menghilangkan kemiskinan, menghilangkan kelaparan, mengejar industri, mengejar teknologi, untuk kita hadapi tahun-tahun yang akan datang," pungkas Prabowo. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya