Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG turun menutup perdagangan awal pekan, Senin 12 Januari 2026. Meski sempat mencetak sejarah dengan menembus level psikologis 9.000 pada sesi pertama, indeks berakhir melemah 0,58 persen atau turun 52,03 poin ke level 8.884,72.
Data perdagangan menunjukkan volatilitas luar biasa hari ini. IHSG dibuka menguat di 8.991,76 dan langsung melesat hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) di 9.000,97. Namun, memasuki sesi kedua, tekanan jual masif membuat indeks sempat ambruk hingga 2,32 persen ke titik terendah 8.715,41 sebelum akhirnya melakukan perlawanan (rebound) menjelang penutupan.
| Indikator Pasar | Nilai Akhir |
|---|---|
| Posisi Penutupan | 8.884,72 (-0,58%) |
| Level Tertinggi (ATH) | 9.000,97 |
| Level Terendah | 8.715,41 |
| Total Nilai Transaksi | Rp40,10 Triliun |
| Volume Perdagangan | 74,41 Miliar Saham |
| Saham Melemah / Menguat | 435 Melemah / 279 Menguat |
Sektor infrastruktur menjadi beban terberat bagi indeks dengan koreksi sedalam 2,37 persen, disusul sektor energi yang turun 1,39 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumen non-primer dan sektor industri justru tampil perkasa dengan penguatan masing-masing sebesar 2,22 persen. (H-4)
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan tingkat volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat.
Pada pembukaan perdagangan Senin (2/2), indeks bergerak di zona merah.
Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (Propami) menyatakan dukungan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memandang krisis kepercayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai momentum untuk melakukan reformasi menyeluruh.
Masukan dari MSCI harus dipandang sebagai momentum untuk mempercepat reformasi struktural guna mewujudkan pasar modal Indonesia yang lebih sehat, transparan, adil, dan semakin kompetitif.
IHSG hari ini 12 Januari 2026 ditutup melemah 0,58% ke level 8.884. Simak penyebab indeks anjlok usai sempat cetak rekor tertinggi sepanjang masa.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 12 Januari 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin sore anjlok. IHSG ditutup melemah melemah 52,03 atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved