Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pemicu IHSG Hari Ini Anjlok di Sesi II: Profit Taking

Media Indonesia
12/1/2026 19:17
Pemicu IHSG Hari Ini Anjlok di Sesi II: Profit Taking
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta(MI/Usman Iskandar.)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG gagal mempertahankan momentum penguatannya dan berakhir di zona merah pada perdagangan 12 Januari 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,58% atau 52,03 poin ke posisi 8.884,72.

Padahal, pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat tampil perkasa dengan menembus level psikologis 9.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, memasuki sesi kedua, indeks tiba-tiba anjlok hingga sempat menyentuh level terendah harian di 8.715,41 sebelum akhirnya sedikit melakukan rebound menjelang penutupan.

PENYEBAB IHSG ANJLOK

"Pelemahan IHSG di akhir sesi lebih dipengaruhi oleh aksi profit taking yang agresif setelah indeks menyentuh area psikologis penting (9.000)," kata Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa di Jakarta, Senin (12/1).

Statistik Perdagangan

Data RTI Business menunjukkan sebanyak 435 saham terkoreksi, 279 saham menguat, dan 97 saham stagnan. Total nilai transaksi hari ini tergolong sangat besar, mencapai Rp39,99 triliun dengan volume perdagangan 74,38 miliar saham.

Indikator Nilai/Posisi
Level Penutupan 8.884,72 (-0,58%)
Level Tertinggi (ATH) 9.000,96
Level Terendah 8.715,41
Nilai Transaksi Rp39,99 Triliun

Top Losers & Gainers

Beberapa saham yang mengalami koreksi paling dalam (top losers) antara lain PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) yang turun 14,68% ke Rp372 dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) yang anjlok 14,56% ke level Rp675. (Ant/H-4)

 

Disclaimer: Data disajikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya