Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini. Hal itu seiring tercapainya swasembada pangan nasional dan terjaminnya penyerapan beras oleh Perum Bulog.
“Beras kalau bisa, izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini,” ujar Amran saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Menurut Amran, rencana ekspor beras tersebut akan menjadi pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Hal ini didukung oleh kondisi pasokan beras nasional yang stabil serta pengelolaan cadangan pangan strategis yang semakin kuat di tengah meningkatnya produksi petani dalam negeri.
“Dan itu sejarah pertama Indonesia. Jadi Pak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi), itu nanti aku menghadap Pak. Kesempatan kami sampaikan ini karena ada Bapak Presiden,” katanya.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional tercatat sebesar 3,2 juta ton. Angka tersebut sebelumnya bahkan sempat mencapai 4 juta ton pada pertengahan 2025, menunjukkan penguatan cadangan beras pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Amran juga membandingkan kondisi saat ini dengan capaian Indonesia pada 1984, ketika Indonesia memperoleh pengakuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), meskipun stok beras nasional saat itu hanya berada di kisaran 2 juta ton.
Selain cadangan pemerintah, sektor konsumsi beras dari hotel, restoran, dan katering (Horeka) juga mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total mencapai sekitar 12 juta ton secara nasional. Capaian tersebut menegaskan bahwa ketahanan dan swasembada pangan Indonesia semakin solid.
“Ini Bapak Presiden, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di 1984 dari FAO. Itu stoknya hanya 2 juta ton. Kita sekarang 4 juta ton pernah diraih dan akhir tahun 3,2 juta ton,” jelas Amran.
Ia menambahkan, “Tetapi di hotel, restoran, dan kafe, lanjutnya, tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat sekitar 12 juta ton.”
Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga swasembada pangan tidak hanya bersifat sementara, melainkan berkelanjutan setiap tahun. Presiden menekankan bahwa Indonesia harus mampu membuktikan kemandirian pangannya kepada semua pihak.
“Hari ini, bahagia bagi saya. Bahagia, saya senang sekali, dan saya melihat tadi, penuh harapan, penuh keyakinan. Kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa swasembada pangan, hari ini kita buktikan kita swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo di hadapan para petani, komunitas pertanian, dan pejabat negara saat Panen Raya di Karawang. (Ant/E-4)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut ada sejumlah negara yang berminat membeli beras produksi Indonesia..
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved