Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Bulog Catat Pengadaan Beras Nasional 3 Juta Ton Lebih Sepanjang 2025

Ihfa Firdausya
02/1/2026 13:34
Bulog Catat Pengadaan Beras Nasional 3 Juta Ton Lebih Sepanjang 2025
Ilustrasi.(MI/SUSANTO)

PERUM Bulog mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton sepanjang 2025. Angka itu berasal dari penyerapan 4.537.490 ton gabah kering panen (GKP), 6.863 ton gabah kering giling (GKG), serta 765.504 ton beras.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyebut capaian itu sebagai fondasi strategis dalam memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP), sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani.

Penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog. Dirut Bulog menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif Bulog di lapangan.

“Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (2/1).

Selain beras, Bulog juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial. Langkah tersebut menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, serta memastikan keberlanjutan pasokan jagung nasional.

Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Sementara itu, penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras menyentuh angka 803 ribu ton dan SPHP jagung sebesar 51.211 ton.

Program itu menjadi instrumen penting dalam menahan gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.

“Intervensi pasar melalui SPHP kami lakukan secara terukur dan terawasi. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas harga tanpa merusak mekanisme pasar, sekaligus melindungi konsumen dan petani,” jelas Rizal.

Dalam upaya memperluas akses pangan terjangkau, Bulog bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia.

Dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025, stok public services obligation (PSO) Bulog tercatat sebesar 3,25 juta ton. Hal itu melanjutkan tren positif setelah pencapaian stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.

Dalam situasi darurat, Bulog juga menyalurkan bantuan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatra. Distribusinya mencakup Aceh sebesar 8.676 ton, Sumatra Utara 4.482 ton, dan Sumatra Barat 1.069 ton.

“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. Bulog memastikan bantuan bencana tersedia, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya