Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pasar Bitcoin Terkoreksi, Aktivitas Perdagangan Derivatif Tetap Bergerak

Ihfa Firdausya
22/12/2025 17:18
Pasar Bitcoin Terkoreksi, Aktivitas Perdagangan Derivatif Tetap Bergerak
Ilustrasi(Antara)

Sepanjang 2025, pasar kripto, terutama Bitcoin (BTC), mengalami pergerakan yang fluktuatif. Pada kuartal IV-2025, BTC bahkan mencatat koreksi cukup dalam hingga sekitar 23,7%. Namun, di tengah kondisi pasar yang melemah tersebut, aktivitas perdagangan derivatif kripto justru menunjukkan dinamika tersendiri.

Salah satu platform perdagangan derivatif kripto di Indonesia, Pintu, mencatat adanya peningkatan jumlah pengguna baru secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) dari kuartal III ke kuartal IV-2025, dengan pertumbuhan sekitar 37 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar tetap aktif bertransaksi meskipun harga aset kripto mengalami penurunan.

Menurut Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, koreksi pasar pada kuartal IV-2025 dimanfaatkan sebagian trader untuk menyesuaikan strategi perdagangan. Dalam instrumen derivatif, trader memiliki opsi untuk mengambil posisi jual (short) ketika memprediksi harga aset akan turun, sehingga tetap dapat berpartisipasi di pasar meski tren sedang melemah.

Dalam perdagangan derivatif kripto, pelaku pasar dapat mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik, atau posisi short ketika memperkirakan harga akan turun. Strategi ini memungkinkan trader beradaptasi terhadap volatilitas pasar yang tinggi, baik dalam fase penguatan maupun pelemahan harga.

Iskandar menjelaskan, untuk mendukung pengelolaan risiko, platform derivatif umumnya menyediakan berbagai fitur seperti pengaturan leverage, jenis order lanjutan, serta mekanisme pembatasan kerugian dan pengamanan harga. Fitur-fitur tersebut dimaksudkan untuk membantu trader menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar.

Data global menunjukkan bahwa perdagangan derivatif mendominasi aktivitas transaksi aset kripto. Berdasarkan laporan berbagai sumber industri, lebih dari 90 persen volume perdagangan kripto dunia berasal dari instrumen derivatif. Per Desember 2025, nilai transaksi derivatif kripto global tercatat jauh melampaui volume perdagangan pasar spot.

Perdagangan derivatif dinilai mengubah pola aktivitas pasar kripto karena menawarkan fleksibilitas lebih besar, termasuk penggunaan leverage, peluang strategi saat harga turun, serta akses perdagangan selama 24 jam. Meski demikian, instrumen ini juga mengandung risiko tinggi sehingga memerlukan pemahaman dan pengelolaan risiko yang matang.

Iskandar menilai pertumbuhan pengguna derivatif mencerminkan meningkatnya adaptasi trader Indonesia terhadap dinamika pasar kripto. Karena itu, edukasi mengenai instrumen derivatif, strategi, dan manajemen risiko menjadi faktor penting agar pelaku pasar dapat mengambil keputusan secara lebih terukur di tengah volatilitas yang tinggi. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya