Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bandara KASA Situbondo: Upaya Perkuat Pertahanan Negara dan Ekonomi Masyarakat

Andhika Prasetyo
16/12/2025 20:28
Bandara KASA Situbondo: Upaya Perkuat Pertahanan Negara dan Ekonomi Masyarakat
Kegiatan pembangunan Bandara Kiai As'ad di kawasan Pantai Banongan Situbondo, Jawa Timur.(Antara)

Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan peningkat konektivitas wilayah. Proyek ini menandai langkah penting Situbondo menuju daerah yang lebih aman, terhubung, dan berdaya saing.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa pembangunan bandara militer itu dirancang tidak semata untuk kepentingan pertahanan negara, melainkan bersifat multifungsi agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Bandara ini kami dorong tidak hanya digunakan untuk kepentingan militer, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penerbangan kemanusiaan, kebencanaan, hingga penerbangan sipil. Dengan runway sepanjang 2.500 meter, pesawat berbadan besar seperti Airbus dan Boeing berpotensi dapat mendarat di Situbondo,” ujar Rio dalam Tasyakuran Pembangunan Bandara KASA Desa Wringin, Kecamatan Asembagus, Selasa (16/12).

Bandara KASA telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat sekitar Rp1,7 triliun. Keberadaan bandara ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat konektivitas kawasan timur Pulau Jawa.

Pemerintah juga menegaskan komitmen kepedulian sosial terhadap petani dan buruh tani yang terdampak pengosongan lahan pembangunan bandara. Meski secara kontrak sewa lahan pemerintah tidak memiliki kewajiban ganti rugi, Pemerintah Pusat tetap memberikan kompensasi kepada petani penggarap sebagai wujud keadilan sosial.

Petani melon dan semangka menerima kompensasi sebesar Rp100 juta per hektare, petani tebu Rp25 juta per hektare, serta petani padi dan jagung Rp10 juta per hektare. Selain itu, sebanyak 1.004 buruh tani yang bekerja di lahan terdampak juga menerima kompensasi kerohiman berupa 1 ekor sapi dan sepasang domba untuk diternakkan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam rangkaian tasyakuran sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat kecil yang terdampak secara ekonomi.

Terkait status lahan, Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Kementerian Pertahanan RI telah menyepakati hibah lahan seluas 306 hektare di kawasan Banongan. Sambil menunggu proses penggantian lahan seluas 350 hektare di kawasan Pasir Putih dari Perhutani kepada Kementerian Pertahanan yang selanjutnya akan dihibahkan kepada Pemkab Situbondo, penggunaan lahan saat ini masih berstatus pinjam-pakai. Langkah tersebut ditempuh untuk menjamin tertib administrasi, kepastian hukum, serta menjaga aset daerah.

Dalam kesempatan tersebut, dua pengasuh pondok pesantren besar hadir secara bersamaan untuk memanjatkan doa bersama, yakni KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Utama Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, dan KHR Ach Azaim Ibrahimy, Pengasuh Utama Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. 

KHR Moh Kholil As'ad Syamsul Arifin merupakan putra, dan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy adalah cucu, dari pahlawan nasional KHR As'ad Syamsul Arifin, yang namanya diabadikan sebagai nama bandara yang tengah dibangun.

Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat persatuan ulama, negara, dan masyarakat dalam mengiringi pembangunan strategis nasional dengan nilai kemaslahatan umat. Para kiai juga berharap pembangunan infrastruktur Bandara KASA berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.  (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik