Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

IHSG Hari Ini, Selasa 9 Desember 2025: Menguat Menunggu Sikap The Fed

Andhika Prasetyo
09/12/2025 10:23
IHSG Hari Ini, Selasa 9 Desember 2025: Menguat Menunggu Sikap The Fed
Ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 9 Desember 2025, dibuka menguat 32,52 poin atau 0,37% ke posisi 8.743,21. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,04 poin atau 0,59% ke posisi 860,11. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas mengungkapkan IHSG hari ini menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

"Ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025 semakin tinggi, setelah data belanja konsumen melemah," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed mencapai 89 persen, menurut FedWatch CME.

Namun demikian, pelaku pasar masih menunggu sinyal arah kebijakan berikutnya, karena musim laporan keuangan telah selesai sehingga tidak ada katalis kuat selain keputusan The Fed.

Dari dalam negeri, sisi kebijakan domestik, pemerintah memastikan revisi aturan penempatan devisa hasil ekspor (DHE SDA) akan berlaku mulai 1 Januari 2026. Dalam aturan baru itu, seluruh DHE SDA wajib ditempatkan di rekening khusus (reksus) bank-bank Himbara selama 12 bulan, dengan porsi konversi maksimal hanya 50% dari total dana yang ditempatkan.

Tujuan utama kebijakan ini untuk menstabilkan pasokan dolar AS domestik, serta memudahkan pengawasan aliran DHE. Dengan kewajiban penempatan di bank Himbara, sistem keuangan diperkirakan lebih terkendali, serta meminimalkan potensi keluarnya dolar ke luar sistem perbankan nasional.

Dari perspektif pasar saham, kebijakan DHE dinilai positif bagi bank-bank milik negara, karena berpotensi meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dan memperkuat likuiditas dolar di perbankan. Pelaku pasar menilai langkah ini bisa menjadi katalis bagi penguatan sektor perbankan Himbara ke depan, terutama karena arus dana ekspor akan semakin besar dan stabil. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya