Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Industri Wood Pellet Dukung Transisi Menuju Energi Hijau

Indrastuti
22/11/2025 17:10
Industri Wood Pellet Dukung Transisi Menuju Energi Hijau
Ilustrasi(Dok Ist)

BJA Group, produsen wood pellet terintegrasi dengan izin kapasitas terbesar, kembali menegaskan komitmennya mendukung transisi menuju energi hijau terbarukan melalui praktik pengelolaan biomassa legal, berkelanjutan, dan bebas deforestasi.

Sebagai tonggak penting perjalanan keberlanjutan perusahaan, BJA Group—yang terdiri dari PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Inti Global Laksana (IGL), menggelar aksi penanaman pohon gamal ke-20 juta.

Aksi penanaman pohon gamal ke-20 juta ini dilaksanakan Jumat (21/11) di area penanaman milik BTL yang berlokasi pada Blok I-10 di Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

BTL pertama kali menanam gamal pada Mei 2022. Hingga kini total pohon gamal yang ditanam mencapai 20,4 juta pohon di area 4.080 hektare.

Direktur Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group Zunaidi menegaskan kegiatan penanaman gamal ke-20 juta pohon ini merupakan simbol komitmen BJA Group untuk mengembangkan bioenergi berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Gorontalo.

Ia menekankan inisiatif ini merupakan upaya untuk segera melakukan penanaman setelah dilakukannya land preparation. Ini juga menjadi bukti bahwa industri biomassa Indonesia bisa tumbuh tanpa deforestasi, melainkan melalui reforestasi yang terencana dan berkelanjutan.

“Setiap pohon gamal yang kami tanam bukan hanya tanaman energi, tetapi representasi komitmen kami untuk menghijaukan masa depan dan membangun sumber energi terbarukan dari bahan baku lestari. Melalui penanaman gamal ke20-juta pohon ini, kami menanam harapan bagi keberlanjutan energi dan salah satu sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Pohuwato,” ujar Zunaidi dalam kegiatan penanaman.

Pohon gamal merupakan tanaman yang nantinya menjadi bahan baku untuk diolah menjadi wood pellet oleh BJA. Tanaman gamal termasuk tanaman terubusan yang dapat dilakukan 4 hingga 5 kali panen dalam satu kali tanam dengan siklus panen 4-5 tahun sekali.

Selain sumber bahan baku energi baru terbarukan, gamal juga merupakan tanaman yang sangat signifikan untuk menjaga konservasi karena tumbuh cepat dengan densitas 5.000 pohon per hektare atau jarak tanam 2x1 meter serta penyebaran perakaran yang luas.

Seluruh proses produksi wood pellet BJA Group dilakukan secara legal, lestari, transparan, dan memenuhi SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian).

“Kami ingin menunjukkan industri wood pellet legal, lestari, dan menyejahterakan sehingga bisa menjadi contoh bagi dunia,” tegas Zunaidi.

Selain mendukung terciptanya masa depan lebih hijau, BJA Group terus mewujudkan kontribusi positif dalam mewujudkan masa depan perekonomian daerah lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejak beroperasi di Gorontalo, BJA Group membuktikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyerapan tenaga kerja khususnya dari Provinsi Gorontalo. Per September 2025, jumlah tenaga kerja di BJA Group ditambah tenaga kerja bongkar muat di PT Berkah Indah Gorontalo (BIG) berjumlah 1.501 orang.

Dari jumlah itu, tenaga kerja lokal dari Kabupaten Pohuwato mencapai 1.083 orang atau lebih dari 72%. Sekitar 12,5% tenaga kerja BJA Group berasal dari kabupaten lainnya di Gorontalo. 

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti menambahkan SVLK menjamin setiap produk hasil hutan, termasuk wood pellet, dapat ditelusuri asal-usulnya, legal, dan diproduksi secara berkelanjutan. Sistem ini sejalan dengan komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) dan perjanjian internasional seperti FLEGT-VPA. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya