Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR Asep Wahyuwijaya mengungkapkan, Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos) bisa saja mendapatkan penuh dukungan bila telah melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
"Andai seluruh proses pengujian laboratorium dan sertifikasi bahan bakar Bobibos, mulai dari pengujian kandungan bahan, kelayakan dan keamanan penggunaan hingga ijin distribusinya sudah keluar dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dengan hasil yang layak, maka sudah semestinya kita harus dukung sepenuhnya produk Bobibos ini," ungkap Asep di Jakarta, Kamis (20/11).
Ketua Bidang Energi dan Mineral DPP Partai NasDem itu juga mengatakan, kehadiran Bobibos jika pada akhirnya memang sudah sah untuk didistribusikan ke masyarakat tentu akan menjadi tamparan paling keras untuk Pertamina yang mengelola puluhan bahkan ratusan trilyun uang rakyat.
"Ke depan, saya berharap Bobibos yang notabene produk asli bangsa sendiri ini pun bisa bekerja sama dengan kelompok UMKM, kelompok tani dan nelayan yang memang membutuhkan kebutuhan bahan bakar yang berkualitas dan murah serta yang paling penting sumbernya pun non fosil," tegas Asep.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) ini mengungkapkan, transisi bahan bakar yang berbasis energi baru dan terbarukan adalah pekerjaan rumah besar yang memang harus dimulai dari sekarang, mengingat keberlanjutan bahan bakar berbasis fosil ini jika melihat cadangan yang ada, akan berakhir dalam satu dua dekade ke depan.
"Kehadiran Bobibos jika memang sudah layak untuk diproduksi massal dan didistribusikan, maka tentu saya berharap Bobibos bisa menginspirasi orang-orang pintar di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), setiap departemen riset dan pengembangan produk di semua perusahaan minyak, khususnya Pertamina agar bersungguh-sungguh melakukan melakukan riset produk bahan bakar yang berbasis EBT (Energi Baru dan Terbarukan)," pungkas Asep. (I-3)
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Uji coba dan proses perizinan bahan bakar Bobibos diteruskan kepada Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).
Dalam sesi Hybrid Experience, selain test drive Innova Zenix HEV, IC juga digelar kompetisi efisiensi bahan bakar.
Sifat etanol yang higroskopis, yakni mudah mengikat air dari udara, dapat menimbulkan masalah serius pada sistem bahan bakar kendaraan.
Asep menilai paparan mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disampaikan Pertamina masih jauh dari memadai.
Menurutnya, terlalu besar ongkos yang harus dikeluarkan jika terus menerus memberikan karpet merah untuk pelaku impor baja ke Indonesia.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, turut menyoroti langkah Garuda Indonesia mengangkat dua WNA sebagai anggota dewan direksi.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menekankan pentingnya akurasi data kebutuhan gula nasional.
Perlu ada kejelasan arah strategi Pertamina dalam meningkatkan kapasitas produksi di sektor hulu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved