Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perkebunan Nusantara III sebagai Holding Perkebunan Nusantara Group menjalin kolaborasi strategis dengan PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Komitmen ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan jaringan hotel BUMN yang dikelola HIN sebagai penyedia layanan akomodasi, perhotelan, serta fasilitas MICE di berbagai wilayah
Indonesia.
Direktur SDM & Umum PTPN III, Endang Suraningsih, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola dan efisiensi operasional di seluruh entitas PTPN Group.
"Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan menyediakan layanan akomodasi dan kegiatan korporasi yang lebih efisien, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi antar-BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekosistem pariwisata nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan," ujar Endang dalam keterangan resmi, Kamis (13/11).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama ini juga sejalan dengan arah transformasi PTPN Group yang menekankan optimalisasi aset, integrasi layanan korporasi, serta efisiensi biaya operasional melalui kolaborasi strategis dengan sesama anggota ekosistem BUMN. "Kami percaya kolaborasi ini akan menjadi co-creation lintas BUMN yang menghasilkan nilai tambah dan mendukung kinerja berkelanjutan," tambahnya.
HIN sebagai bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney saat ini mengelola 37 hotel. Perusahaan menargetkan pengelolaan lebih dari 100 unit hotel milik BUMN dalam beberapa tahun mendatang.
Kolaborasi ini akan membuka akses luas bagi PTPN Group untuk memanfaatkan jaringan hotel HIN dalam mendukung berbagai kegiatan korporasi, pelatihan, hingga konferensi nasional. (I-2)
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved