Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Persaingan Ketat E-Commerce: Adaptasi dan Pemanfaatan Data Jadi Kunci Bertahan

Naufal Zuhdi
12/11/2025 12:24
Persaingan Ketat E-Commerce: Adaptasi dan Pemanfaatan Data Jadi Kunci Bertahan
Ilustrasi(Antara)

Di tengah gelombang digitalisasi yang kian masif, sektor e-commerce Indonesia terus mencatat pertumbuhan signifikan dengan jutaan transaksi terjadi setiap hari. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai transaksi e-commerce nasional meningkat setiap tahun, seiring meningkatnya jumlah pelaku usaha daring dan perubahan perilaku belanja masyarakat. Menurut laporan ECDB (2024), pendapatan pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan menembus US$100 miliar pada 2025, menjadikannya salah satu pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Namun, di balik besarnya peluang tersebut, kompetisi antarpenjual juga semakin sengit. Para pelaku usaha dituntut lebih cermat membaca arah pasar agar produk yang ditawarkan tetap relevan dan diminati konsumen. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan memahami tren pasar menjadi keharusan. Tren dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga hanya penjual yang cepat beradaptasi yang mampu bertahan.

Selain kepekaan terhadap tren, pemanfaatan data kini menjadi faktor kunci dalam menentukan strategi bisnis. Data membantu pelaku usaha menilai potensi produk sebelum diluncurkan, memprediksi permintaan, dan mengenali kompetitor utama.

“Keputusan bisnis yang tepat hanya dapat diambil berdasarkan data yang akurat dan menyeluruh,” ujar Fahmi Baihaqi, CEO Shoptik, platform riset produk berbasis data.

Sayangnya, banyak UMKM masih mengandalkan intuisi atau pengalaman pribadi tanpa dukungan analisis data. Padahal, penggunaan data real-time bisa menjadi pembeda antara keuntungan dan kerugian. Di sinilah peran platform riset produk menjadi penting bagi ekosistem e-commerce nasional.

Menurut Fahmi, Shoptik hadir sebagai penghubung antara penjual, produk fisik, dan produsen, membantu pelaku usaha memahami pasar secara lebih mendalam. Tak hanya dimanfaatkan oleh penjual individu, perusahaan lintas sektor juga menggunakan platform berbasis data ini untuk menganalisis persebaran kategori produk dan produsen di pasar.

Melalui analisis tersebut, perusahaan dapat mengidentifikasi produk yang sedang tren, memahami struktur pasar, serta menentukan langkah strategis bisnis berikutnya. Hingga kini, lebih dari 3.000 penjual dan affiliate marketer di Indonesia telah menggunakan Shoptik untuk menavigasi pasar secara lebih terarah dan berbasis data. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik