Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi langkah ekspansi yang dilakukan PT Citra Terus Makmur sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur dan rantai pasok industri tekstil nasional. Agus menegaskan, ekspansi ini merupakan bukti nyata bahwa pelaku industri tekstil di Tanah Air terus menunjukkan optimisme dan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan industri manufaktur Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT Citra Terus Makmur atas langkah ekspansi yang strategis ini. Upaya perluasan yang dilakukan perusahaan tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat struktur dan rantai pasok industri tekstil nasional,” ujar Agus dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (12/11).
Langkah ekspansi tersebut, terang Agus, melibatkan investasi senilai Rp500 miliar. Dengan kapasitas baru ini, PT Citra Terus Makmur tidak hanya memperluas pasar domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok tekstil global.
Agus menilai ekspansi ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja nasional.
"Investasi ini menjadi bukti kuatnya kepercayaan investor terhadap industri TPT nasional. Kami berharap langkah PT Citra Terus Makmur dapat menginspirasi pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi dan memperluas kapasitas produksinya,” tambahnya.
Agus menyampaikan, meski sektor TPT saat ini terus menghadapi sejumlah tantangan global, kinerja industri ini tetap menunjukkan ketahanan. Pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi tercatat 0,93%, sementara kinerja ekspornya tetap stabil di angka US$8,07 miliar, dengan surplus perdagangan US$2,5 miliar.
Selain itu, subsektor TPT terus menarik minat investor. Setelah sempat menurun pada 2023, nilai investasi meningkat tajam menjadi Rp21,44 triliun pada 2024, dan hingga September 2025 sudah terealisasi Rp13,85 triliun. Industri ini juga tetap menjadi penyerap tenaga kerja utama dengan 3,76 juta orang bekerja di sektor TPT atau 19,18% dari total tenaga kerja manufaktur nasional.
“Fakta ini menunjukkan bahwa meski menghadapi tekanan eksternal, industri TPT masih memiliki daya tahan dan potensi besar untuk terus tumbuh. Pemerintah terus memberikan dukungan agar industri ini dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, modern, dan berdaya saing global,” ungkap Agus.
Agus menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemenperin telah menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk memperkuat daya saing industri TPT. Upaya tersebut meliputi pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan vokasi dan program link and match, serta percepatan restrukturisasi mesin dan peralatan produksi.
Selain itu, Menperin juga menegaskan komitmennya untuk mendukung ketersediaan bahan baku. "Berdasarkan undang undang perindustrian, pemerintah diwajibkan untuk meyiapkan bahan baku yang dibutuhi," tandasnya. (E-3)
Daya saing produk TPT Indonesia terlihat di salah satu pasar tujuan ekspor terpenting, yaitu Amerika Serikat.
Lonjakan impor, baik legal maupun ilegal, disebut menjadi faktor utama yang membuat industri tekstil nasional semakin terpuruk.
Pemerintah memandang pentingnya pembenahan menyeluruh terhadap industri TPT agar mampu bertahan dan berkembang dalam lanskap persaingan yang berubah cepat.
POY dan DTY merupakan bahan baku penting bagi industri tekstil berbasis poliester dan diwacanakan akan dikenakan tarif tertinggi bea masuk antidumping sebesar 42,30%.
Kebijakan resiprokal tarif yang diberikan AS telah memberikan dampak nyata terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat perdana bersama jajarannya pada awal tahun 2026 dengan agenda utama membahas program restarting bagi industri kecil.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) berhasil tumbuh hingga 5,17%.
Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Peningkatan PMI terutama digerakkan oleh lonjakan pesanan baru yang mencapai level tertinggi dalam 27 bulan terakhir.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global tercatat naik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved