Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo di bidang logistik dan hinterland development tengah menyusun peta jalan (roadmap). Roadmap ini ditujukan untuk memetakan tujuan environmental, social, and governance (ESG).
Ini akan menjadi pedoman strategis dalam penguatan tata kelola, sosial, dan lingkungan di seluruh lini bisnis. Peta jalan ini akan menjadi acuan perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan pada aktivitas operasional, mulai dari efisiensi energi dan pengelolaan limbah hingga inklusi sosial di wilayah kerja PT Pelindo Solusi Logistik Group. Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik Dewi Fitriyani menyampaikan, penerapan ESG merupakan elemen penting dalam menciptakan perusahaan yang tangguh dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam aspek tata kelola, PT Pelindo Solusi Logistik secara konsisten menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja dan keberlanjutan jangka panjang. Nilai-nilai integritas juga terus diperkuat melalui prinsip 4 No’s (No Bribery, No Kickback, No Gift dan No Luxurious Hospitality) dalam setiap aktivitas bisnis.
Perusahaan secara berkala melakukan evaluasi dan penilaian atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG melalui kegiatan asesmen GCG. Sebelumnya, SPSL mengaku telah melakukan asesmen GCG berstandar internasional, yaitu dengan menggunakan indikator ASEAN Corporate Governance Scorecard.
"Dalam asesmen ini Perusahaan meraih skor 90.32, dengan klasifikasi sangat baik," kata Dewi.
Sebagai bukti nyata penerapan etika bisnis, perusahaan telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari British Standards Institution (BSI) Group. Perolehan sertifikasi SMAP ini dianggap memperkuat integritas kami dalam setiap proses bisnis.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan perusahaan tidak hanya sesuai dengan regulasi, tetapi juga mencerminkan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab,” tambah Dewi.
Dalam aspek sosial dan lingkungan, perseroan mengembangkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut antara lain rehabilitasi ekosistem mangrove, penanaman pohon batik langka, budi daya tanaman buah langka (buah lakum), budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, serta pengelolaan limbah terpadu bekerjasama dengan TPS3R setempat.
Di sisi internal, perseroan juga mengoptimalkan digitalisasi proses bisnis back office untuk mengurangi penggunaan kertas, serta menerapkan teknologi efisiensi energi seperti sensor lampu gerak di fasilitas kerja.
Selain itu, perusahaan aktif menggalakkan budaya ramah lingkungan melalui kampanye green office, penggunaan tumbler untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai, serta penyediaan alat HSSE untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
“Keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga mencakup tata kelola perusahaan yang akuntabel dan inklusif," pungkas Dewi. (Ins)
Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menjadi tolok ukur utama dalam industri teknologi.
PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan pertambangannya.
Hotel Mercure Bandung Nexa Supratman mendapat apresiasi Wali Kota Bandung atas inovasi pengelolaan sampah berbasis ESG yang mampu mengurangi beban sampah kota secara signifikan.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi.
Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menyebut keputusan partai untuk mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029 bukan pilihan pragmatis
WAKIL Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menegaskan bahwa penerapan zero ODOL (Over Dimension Over Load) tanpa roadmap yang jelas ibarat macan ompong
Ketidakpastian terkait roadmap program 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menimbulkan kebingungan di kalangan pengembang perumahan.
Di tengah gencarnya upaya pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar nabati (BBN), pemerintah diingatkan untuk segera membuat roadmap yang lebih jelas dan terstruktur.
Peta jalan atau roadmap di sektor perumahan dianggap mampu untuk membantu menyelesaikan permasalahan di sektor perumahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved