Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pelindo Solusi Logistik Susun Roadmap ESG Dukung Ekonomi Hijau

Insi Nantika Jelita
07/11/2025 09:40
Pelindo Solusi Logistik Susun Roadmap ESG Dukung Ekonomi Hijau
Ilustrasi(Dok Pelindo Solusi Logistik )

PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo di bidang logistik dan hinterland development tengah menyusun peta jalan (roadmap). Roadmap ini ditujukan untuk memetakan tujuan environmental, social, and governance (ESG).

Ini akan menjadi pedoman strategis dalam penguatan tata kelola, sosial, dan lingkungan di seluruh lini bisnis. Peta jalan ini akan menjadi acuan perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan pada aktivitas operasional, mulai dari efisiensi energi dan pengelolaan limbah hingga inklusi sosial di wilayah kerja PT Pelindo Solusi Logistik Group. Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik Dewi Fitriyani menyampaikan, penerapan ESG merupakan elemen penting dalam menciptakan perusahaan yang tangguh dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dalam aspek tata kelola, PT Pelindo Solusi Logistik secara konsisten menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja dan keberlanjutan jangka panjang. Nilai-nilai integritas juga terus diperkuat melalui prinsip 4 No’s (No Bribery, No Kickback, No Gift dan No Luxurious Hospitality) dalam setiap aktivitas bisnis.

Perusahaan secara berkala melakukan evaluasi dan penilaian atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG melalui kegiatan asesmen GCG. Sebelumnya, SPSL mengaku telah melakukan asesmen GCG berstandar internasional, yaitu dengan menggunakan indikator ASEAN Corporate Governance Scorecard.

"Dalam asesmen ini Perusahaan meraih skor 90.32, dengan klasifikasi sangat baik," kata Dewi. 

Sebagai bukti nyata penerapan etika bisnis, perusahaan telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari British Standards Institution (BSI) Group. Perolehan sertifikasi SMAP ini dianggap memperkuat integritas kami dalam setiap proses bisnis.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan perusahaan tidak hanya sesuai dengan regulasi, tetapi juga mencerminkan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab,” tambah Dewi.

Dalam aspek sosial dan lingkungan, perseroan mengembangkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut antara lain rehabilitasi ekosistem mangrove, penanaman pohon batik langka, budi daya tanaman buah langka (buah lakum), budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, serta pengelolaan limbah terpadu bekerjasama dengan TPS3R setempat.

Di sisi internal, perseroan juga mengoptimalkan digitalisasi proses bisnis back office untuk mengurangi penggunaan kertas, serta menerapkan teknologi efisiensi energi seperti sensor lampu gerak di fasilitas kerja.

Selain itu, perusahaan aktif menggalakkan budaya ramah lingkungan melalui kampanye green office, penggunaan tumbler untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai, serta penyediaan alat HSSE untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

“Keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga mencakup tata kelola perusahaan yang akuntabel dan inklusif," pungkas Dewi. (Ins) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya