Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,14%.
"Pada triwulan 3 III, komponen ini tumbuh sebesar 4,89% yang menunjukkan masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (5/11).
Eddy menjelaskan, konsumsi rumah tangga tumbuh didorong oleh transportasi dan komunikasi sebesar 6,41% yang tercermin dari peningkatan mobilitas penduduk, indeks penjualan bahan bakar kendaraan, serta peningkatan jumlah penumpang angkutan.
Kemudian, kelompok restoran dan hotel tumbuh tinggi sebesar 6,32% yang tercermin dari peningkatan perjalanan wisatawan Nusantara dibandingkan dengan triwulan III 2024.
Selain itu, Edy menyampaikan komponen PMTB juga memberikan kontribusi yang besar terhadap PDB tribulan 3 2025 sebesar 29,09%.
Komponen PMTB tumbuh positif didorong oleh subkomponen mesin dan perlengkapan yang tumbuh sebesar 17% yang tercermin dari peningkatan impor barang modal jenis mesin. Kemudian, subkomponen kendaraan tumbuh sebesar 6,24% didorong oleh peningkatan investasi domestik dan kegiatan impor kendaraan.
Selain itu, peningkatan realisasi investasi BKPM pada triwulan III 3 tercatat sebesar 13,89%.
Adapun kegiatan ekspor tumbuh positif pada kegiatan barang nonmigas dan jasa yang didorong oleh peningkatan nilai dan volume ekspor beberapa komoditas seperti lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya. Di sisi lain, ekspor jasa juga tumbuh didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
"Dengan demikian, 82,23% PDB triwulan III berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB," beber dia. (H-2)
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
PEREKONOMIAN DKI Jakarta mencatatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 berada di angka 5,04%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved