Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Kebijakan Publik, Agus Pambagio, menilai wacana memperpanjang jalur kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) hingga Surabaya sebaiknya ditunda terlebih dahulu.
Ia menilai masih banyak persoalan mendasar pada proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang belum diselesaikan, termasuk tata kelola pembiayaan dan kejelasan investasi.
“Saya dari awal sudah mengkritisi prosesnya. Sekarang sudah kisruh begini, hentikan dulu sampai Bandung beres. Baru setelah itu pikirkan mau ke Surabaya atau tidak,” ujar Agus kepada Media Indonesia, Senin (27/10).
Menurutnya, pembangunan jaringan kereta cepat yang menembus hingga Surabaya berpotensi menimbulkan tumpang tindih moda transportasi dan pemborosan investasi negara.
Sebab, di sepanjang jalur Jawa pemerintah telah lebih dulu menanamkan investasi besar di sektor lain, mulai dari jaringan tol Trans-Jawa, bandara, hingga moda kereta konvensional.
“Kalau kereta cepat sampai Surabaya, tiga jam di pusat kota, orang pasti pilih itu. Akibatnya penerbangan ke Surabaya bisa mati, jalan tol jadi sepi, dan investasi pemerintah di bandara serta maskapai ikut terdampak,” ujarnya.
Ia menegaskan, proyek Whoosh semestinya tidak dilanjutkan sebelum seluruh persoalan audit dan pembiayaan diselesaikan secara transparan. Ia juga menyoroti perbedaan desain antara kereta cepat buatan Jepang dan rancangan akhir yang digunakan KCIC.
“Yang salah itu pemerintah menyerahkan begitu saja studi dari Jepang, lalu diubah begitu saja. Itu yang bikin semua curiga, ada markup atau ketidaksesuaian hasil studi. Maka harus diaudit dulu oleh BPK, BPKP, dan lembaga lain,” katanya.
Ia mengingatkan, komposisi investasi KCIC yang terdiri atas 60% konsorsium Indonesia dan 40% konsorsium Tiongkok harus diperjelas agar tidak menimbulkan beban fiskal berkepanjangan.
“Jangan lupa, utangnya bukan hanya kita yang nanggung. Tiongkok juga punya saham dan kepentingan di situ. Tapi kan pembayaran pokoknya tetap kita cicil. Makanya semua harus transparan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan risiko subsidi jangka panjang jika proyek ini terus dipaksakan tanpa perhitungan ekonomi matang.
“Kereta cepat itu bukan angkutan ekonomi. Tanpa subsidi, tiketnya bisa sampai Rp1 juta sekali jalan. Jadi beban negara akan terus ada,” ucapnya.
Sebagai alternatif, Agus mendorong agar pemerintah lebih fokus memperluas pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa.
“Daripada uang habis buat kereta cepat di Jawa sampai ujung sana, lebih baik bangun di Sulawesi atau Kalimantan. Cukup dengan kereta yang kecepatannya 120 kilometer per jam,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan penyelesaian utang Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) tidak boleh menjadi penghambat rencana pembangunan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya.
“Memang utang yang harus segera diselesaikan ini juga tidak boleh kemudian menghambat rencana besar kita untuk mengembangkan konektivitas berikutnya, tadi Jakarta sampai dengan Surabaya,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10).
AHY mengatakan pemerintah saat ini masih membahas sejumlah opsi restrukturisasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu. (Far/I-1)
SELAMA masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 KCIC mencatat bahwa layanan Whoosh tidak hanya diminati oleh penumpang domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perihal kunjungan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani ke kantornya,
GENERAL Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa turut buka suara menjawab pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal proyek Whoosh.
KETUA Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Woosh sudah mampu
Penegasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak menggunakan APBN untuk menalangi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) bukan sekadar urusan fiskal.
Penjualan tiket Whoosh diprediksi akan terus bertambah dan diperkirakan dapat melampaui 23 ribu penumpang hingga malam nanti, seiring tingginya mobilitas saat libur Natal 2025.
lembaga negara didesak menindaklanjuti dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh yang sebelumnya diungkapkan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
GENERAL Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa turut buka suara menjawab pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal proyek Whoosh.
KPK menegaskan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh meski Presiden Prabowo Subianto tanggung jawab utang Whoosh
Presiden Prabowo Subianto meminta publik tak perlu cemas dan khawatir mengenai permasalahan utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh
MANTAN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M Praswad Nugraha, meminta penanganan kasus dugaan korupsi kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, transparan dan independen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved