Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Bertemu Purbaya, AHY Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat

Insi Nantika Jelita
20/1/2026 17:16
Bertemu Purbaya, AHY Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026.(MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Selasa (20/1). Salah satu pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

"Pembahasan mengenai restrukturisasi keuangan kereta cepat ini juga menjadi salah satu agenda pembahasan," ujarnya.

Pemerintah, kata AHY, ingin memastikan arahan Presiden dapat dilaksanakan dengan baik sehingga proyek tersebut dapat beroperasi secara optimal.

"Negara hadir, dan solusinya harus baik untuk semuanya. Karena kita tentu bukan hanya ingin KCJB ini dapat beroperasi dengan baik dan sukses," ungkap Politikus Partai Demokrat itu. 

Secara umum, AHY mengatakan pertemuan dengan Bendahara Negara untuk meminta dukungan proyek infrastruktur didanai dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menurutnya, pembahasan mencakup proyek-proyek strategis berskala besar maupun proyek prioritas yang bersifat high profile atau proyek besar, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar. 

"Saya ingin berkonsultasi tentunya dengan Pak Purbaya. Ini terkait dengan konektivitas, termasuk juga infrastruktur dasar yang memang membutuhkan anggaran besar," tuturnya. 

Meski demikian, lanjut AHY, pendanaan tidak sepenuhnya mengandalkan APBN, melainkan juga melalui skema kerja sama dengan badan usaha serta upaya mendorong masuknya investasi.

"Tentu skemanya bukan hanya seluruhnya dari APBN, tetapi juga melalui kerja sama dengan badan usaha," pungkasnya.

Proyek Whoosh digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. PSBI menguasai 60% saham, sedangkan Beijing Yawan memegang 40%, dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemimpin konsorsium PSBI.

Proyek yang diinisiasi pada 2015 dan mulai dibangun secara fisik pada 2016 itu menelan biaya sekitar US$7,2 miliar atau sekitar Rp122 triliun (Rp16.956). Adapun pembengkakan biaya (cost overrun) mencapai US$1,2 miliar atau Rp20,35 triliun. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya