Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Selasa (20/10), mengungkapkan pada 2025 Kementerian Ekraf menargetkan nilai ekspor sebesar US$26,44 miliar atau naik US$1 miliar dari sebelumnya.
“Berdasarkan data BPS, sepanjang 2024 nilai ekspor ekraf menyumbang lebih dari 9% terhadap total ekspor nasional. Pada pertengahan 2025, nilainya mencapai US$13 miliar atau Rp215 triliun atau 50% dari target 2025. Angka ini mencerminkan kekuatan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi yang tumbuh di berbagai subsektor,” ujar Teuku Riefky.
Selain ekspor, investasi di sektor ekonomi kreatif juga melonjak signifikan. Hingga pertengahan 2025, total investasi tercatat sebesar Rp90,12 triliun, atau 66% dari target nasional, dengan kontribusi mencapai 9% dari total realisasi investasi nasional. “Angka ini menggambarkan kepercayaan investor terhadap potensi industri kreatif Indonesia,” ungkap Teuku Riefky.
Subsektor yang memberikan kontribusi terbesar berasal dari aplikasi, fesyen, kuliner, dan kriya, diikuti subsektor gim, musik, dan film, termasuk film animasi yang terus berkembang pesat. Pada 2024, sektor ekonomi kreatif mencatatkan pertumbuhan PDB positif sebesar 5,69%, dengan menyerap 26,47 juta tenaga kerja, yang mayoritas berasal dari kalangan usia muda dan perempuan.
Capaian jumlah tenaga kerja tersebut telah melampaui target 2025 yang sebesar 25,55 juta orang, menunjukkan peran ekonomi kreatif sebagai sektor yang inklusif dalam penciptaan lapangan kerja. Adapun angka PDB nasional 2025 akan dirilis pada awal 2026.
Adapun sebaran pelaku ekonomi kreatif di Indonesia berdasarkan data Ekrafhub per 20 Oktober 2025, didominasi oleh lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif. Jawa Barat mencatat porsi tertinggi dengan 24,29%, disusul DKI Jakarta sebesar 16,08%, Daerah Istimewa Yogyakarta 9,87%, Jawa Tengah 8,90%, dan Jawa Timur 6,76%. “Kami percaya, keberhasilan ekonomi kreatif tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, media dan komunitas serta asosiasi kreatif. Kolaborasi ini menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing di kancah global,” tegasnya.
Kinerja ini menjadi bukti bahwa selama satu pemerintahan Prabowo–Gibran, sektor ekonomi kreatif tumbuh menjadi pilar strategis pembangunan nasional. 8 kluster program Kementerian Ekraf atau Asta Ekraf terus menjadi acuan memperkuat inovasi, memperluas jejaring global, dan memastikan ekonomi kreatif Indonesia menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, dengan nilai ekspor yang telah mencapai US$12,89 miliar dan melampaui target tahun 2025.
Kegiatan ini sebagai komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam memastikan peran untuk menghubungkan subsektor ekraf
Penulisan konten digital kini menjadi salah satu sektor kreatif yang berkembang paling cepat dan mampu membuka peluang ekonomi baru.
Ikatan Alumni NHI Bandung (IKA NHI Bandung) melakukan penjajakan kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai langkah strategis dalam memperkuat kontribusi alumni .
Pembangunan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Dengan kualitas gim lokal yang semakin baik, tentunya bisa berkolaborasi lintas industri dengan menjadi Intellectual Property (IP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved