Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi memberhentikan Arief Prasetyo Adi dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Bapanas, yang ditandatangani Prabowo pada 9 Oktober 2025.
“Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut,” demikian bunyi Keppres Nomor 116/P, dikutip Jumat (10/10).
Dalam keputusan yang sama, Presiden Prabowo mengangkat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Bapanas. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keppres tersebut.
“Kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” lanjut isi Keppres itu.
Hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan resmi dari pihak Istana soal alasan pencopotan Arief Prasetyo. (P-4)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai pencopotan Arief Prasetyo Adi dari posisi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
PEMERINTAH berjanji akan menjaga harga jagung di tingkat petani minimal Rp5.500 per kilogram (kg) sampai akhir 2025. Itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi
Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp6,5 triliun untuk kelanjutan program bantuan pangan periode Oktober-November 2025.
Pemerintah memastikan bahwa Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk masyarakat berpendapatan rendah dipastikan berlanjut.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa hingga akhir tahun ini, neraca untuk kebutuhan gula konsumsi masih mencatatkan kelebihan pasokan sebesar 1,3 juta ton.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
APCI memprediksi setelah periode Imlek, harga cabai rawit merah akan bergerak turun secara bertahap.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan hasil sidak menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan pasokan tersedia.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved