Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Indonesia baru-baru ini menandatangani dua kesepakatan dagang strategis, yakni Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA–CEPA). Menurut Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah sekaligus Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, kedua kesepakatan ini diprediksi akan mendorong peningkatan arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air.
Kesepakatan dagang tersebut diyakini akan memberikan dorongan berantai bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan transaksi perdagangan barang dan jasa, perjanjian ini juga membuka peluang bisnis dan investasi yang lebih besar dari Eropa dan Kanada.
Dengan kemudahan akses pasar dan peningkatan arus investasi, Indonesia berpotensi mengalami lonjakan kunjungan wisatawan, terutama terkait perjalanan bisnis dan perdagangan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di kawasan.
“Kedua kesepakatan ini akan membuka jalan yang semakin luas bagi pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Dampak positif tidak hanya pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga akan mendorong investasi dan peluang usaha baru,” ungkap Haryo dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (5/10).
Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Budi Ardiansjah menilai, kesepakatan dagang terbaru memberikan berbagai kemudahan, termasuk pemberlakuan Visa Cascade oleh Uni Eropa. Kebijakan ini memungkinkan pemegang Visa Schengen yang sudah memperoleh izin sebelumnya mendapatkan masa berlaku hingga lima tahun, sehingga perjalanan wisata maupun bisnis ke Eropa menjadi lebih mudah.
"Kemudahan akses ini tidak hanya meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk berwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan aktivitas bisnis lintas negara," imbuhnya.
Budi menambahkan, dengan peluang perjalanan yang semakin terbuka, pelaku usaha Indonesia dapat lebih leluasa menjalin jejaring, melakukan pertemuan bisnis, dan membuka peluang kerja sama baru dengan mitra di Eropa.
Pihaknya juga berharap Kanada dapat menerapkan kemudahan serupa, sehingga kunjungan antara kedua negara meningkat. Selain itu, penting untuk menekankan prinsip resiprokal, agar kemudahan yang diberikan Indonesia kepada mitra dagang utama diimbangi dengan kebijakan yang serupa. Penerapan prinsip ini diharapkan mendorong arus wisatawan mancanegara ke Indonesia, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun investasi.
“Pariwisata bisa menjadi pintu masuk bagi investasi. Biasanya investor datang untuk berwisata, terpesona oleh keindahan Indonesia, dan baru menyadari potensi peluang investasi di sini,” jelas Budi.
Lebih lanjut, ia menilai efektivitas implementasi IEU–CEPA dan ICA–CEPA tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kolaborasi erat antara pelaku usaha pariwisata Indonesia dengan mitra di Eropa dan Kanada. Asita berharap bisa lebih banyak dilibatkan, terutama melalui pertemuan antara pelaku usaha pariwisata dari berbagai negara. Ini bisa dilakukan melalui tabletop meeting, business matching, atau forum serupa.
"Jadi, business to business harus dilakukan supaya peluang-peluang yang sudah dibuka tadi itu bisa langsung terasa,” pungkas Budi. (E-3)
Layanan kereta cepat Whoosh semakin mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi pilihan wisatawan mancanegara, khususnya asal Malaysia, selama momen libur Nataru.
Jumlah tersebut diambil dari 4 stasiun di Kota atau Kabupaten di Eks Karesidenan Pekalongan yang menjadi keberangkatan para Wisman.
Pada periode Januari-Oktober 2025, Bandara Kualanamu telah melayani sekitar 2 juta penumpang internasional, naik dari 1,85 juta penumpang pada tahun sebelumnya.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 8,5 juta hingga Juli 2025, yang berarti tren kunjungan wisatawan naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pulau Kera seluas 48 hektare berada di wilayah Kabupaten Kupang, tetapi hanya berjarak 5 mil dari Kota Kupang.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved