Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN industri olahraga tidak lagi hanya berkutat pada lapangan, tetapi juga merambah ke dunia digital. Teknologi blockchain dan aset kripto kini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sport-tech modern.
Di tengah tren ini, DRX, ekosistem sport-tech berbasis blockchain asal Indonesia, menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan fitur Swap, layanan yang memungkinkan pengguna menukar poin menjadi token kripto secara instan, aman, dan transparan.
Berbeda dengan mekanisme tukar tradisional, fitur ini hanya berlaku dari poin menjadi DRX Token. Poin yang sebelumnya bernilai terbatas kini bisa dikonversi menjadi aset digital dengan utilitas nyata di dalam ekosistem DRX. Peluncuran Swap bukan sekadar fitur teknis, melainkan tonggak penting (milestone) dalam perjalanan membangun token olahraga Indonesia yang berdaya guna.
"Swap bukan sekadar fitur teknis. Ini milestone yang membuktikan bahwa DRX Token serius menghadirkan utility nyata. Dari poin sederhana, kini bisa jadi aset yang relevan untuk komunitas, olahraga, hingga ekonomi digital," ujar Kash Topan, Founder & CMO DRX.
Dari token ke movement
DRX memiliki visi besar untuk menjembatani olahraga dengan teknologi blockchain sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Visi tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama yang menjadi landasan ekosistem DRX. Pilar pertama adalah DRX Wear, lini sportwear premium yang dilengkapi dengan teknologi NFC authenticator sebagai bukti kepemilikan digital, sehingga setiap produk tidak hanya bernilai fungsional tetapi juga memiliki identitas digital yang unik.
Pilar kedua adalah DRX Sportnet, sebuah aplikasi olahraga berbasis blockchain yang memudahkan pengguna melakukan booking lapangan, membangun komunitas, hingga memperoleh rewards. Kehadiran platform ini menjadikan aktivitas olahraga lebih terintegrasi dengan teknologi sekaligus memberikan nilai tambah bagi penggunanya.
Sementara itu, pilar ketiga adalah Community Hub, ruang interaksi digital yang dirancang untuk mempertemukan fans, brand, dan komunitas dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Melalui Community Hub, DRX mendorong kolaborasi lintas pihak dan memperkuat keterlibatan antara pelaku olahraga, konsumen, dan mitra bisnis.
Fitur Swap memperkuat peran ketiga pilar tersebut. Poin dari program loyalitas atau aktivitas komunitas yang selama ini sering tidak memiliki nilai jangka panjang kini dapat diubah menjadi aset digital dengan token liquidity, disiapkan untuk staking crypto Indonesia, serta membuka jalan menuju berbagai skema token utility use case dalam ekosistem sport-tech DRX.
Peluncuran fitur Swap dilakukan di tengah semakin jelasnya arah regulasi aset digital di Indonesia. Bagi DRX, kejelasan aturan ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem kripto nasional.
"Bagi kami, Swap adalah milestone yang menghubungkan visi besar DRX dengan masa depan ekonomi digital Indonesia," tambah Kash Topan.
Ia menambahkan, informasi lebih lengkap mengenai fitur Swap dan ekosistem DRX, masyarakat dapat mengakses website resmi di https://drxtoken.com. (E-1)
Volatilitas pasar adalah ukuran statistik yang menilai seberapa banyak dan seberapa cepat harga sebuah aset, seperti forex atau kripto, berubah dalam periode waktu tertentu.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menyatakan bahwa konsistensi perilisan PoR merupakan bukti stabilitas sistem yang mereka bangun di tengah dinamika pasar kripto.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
Suntikan modal raksasa ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi global, khususnya di sektor pembayaran stablecoin dan akuisisi strategis.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved